Fantastis! Diduga Korupsi 5 Miliar, Sekjen KOI Jadi Tersangka – Kendari Pos Online
Hukum & Kriminal

Fantastis! Diduga Korupsi 5 Miliar, Sekjen KOI Jadi Tersangka

kendaripos.fajar.co.id JAKARTA- Dunia olahraga nasional kembali diguncang kasus korupsi. Kasus korupsi Hambalang belum selesai dalam persidangan. Kini muncul lagi kasus korupsi yang menyeret pejabat Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Adalah Sekjen KOI Doddy Iswandi (D) yang diduga menyeleweng dana sosialisasi Asian Games 2018.

images-5

Kasus tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda (Kabidhumas)Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. Dia mengatakan, D telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi sejak 24 November lalu. Kasus itu pun telah terdaftar dengan nomor B/6906/XI/2016/Ditreskrimsus. “Dugaan awal, yang bersangkutan telah melakukan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018,” terangnya.

Terkait jumlah, kata Argo, diperkirakan nominalnya sekitar Rp 5 Miliar. Kini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum bidang korupsi. Selanjutnya, dia belum bisa menentukan apakah ada tersangka lain untuk kasus ini. Namun, jika dilihat dari prosesnya kemungkinan besar bakal muncul tersangka lain.

Kasus tersebut merupakan imbas dari sosialisasi yang digelar KOI pada 2015 silam. Kala itu, sosialisasi berlangsung di enam kota besar di Indonesia, seperti, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Palembang dan Jakarta. Anggaran sosialisasi bersumber dari APBN sebesar Rp.61,3 M.  Sebelumnya Komisi X DPR RI juga melihat adanya indikasi potensi kerugian negara. Jumlahnya pun cukup fantastis, sekitar Rp.40 M yang harus dikembalikan ke kas negara.

Perlu tahapan pemeriksaan. Tidak bisa asal tunjuk saja,” kata Argo. Menurutnya tim penyidik bakal terus mengumpulkan informasi dari D. Misalnya, seperti mengenai aliran dana itu. Apakah ada pihak lain yang menerima dana itu atau tidak. Sementara itu,  Muddai Madang, Waketum KOI menjelaskan kalau yang bersangkutan memilih cuti dari posisinya sebagai Sekjen KOI per 1 Desember kemarin.

“Kita harus hormati proses hukum yang sedang di jalani Pak Doddy,” ujarnya. Tetapi dia menegaskan kalau kasus yang menimpa D tidak akan menggangu persiapan dan kepanitiaan INASGOC menuju Asian Games 2018.

Gatot S Dewa Broto, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora menjelaskan kalau pihaknya baru mendengar kabar tersebut. ”Tetapi secara formal kami belum dapat tembusan dari polisi maupun KOI,” urainya. Dengan terkuaknya kasus tersebut pihak Kemenpora juga berharap supaya inerja INASGOC dalam mempersiapankan Asian Gaes 2018 tidak kendor.

”Ini akan menjadi pembelajaran buat kami,” lanjutnya. Sebab, di masa reformasi birokrasi yang tengah berjalan saat ini, tidak akan ada ruang untuk memainkan anggaran. Kasus tersebut juga akan menjadi perhatian OCA (Badan Olimpiade Asia). Sebab, dalam masa persiapan kali ini, Indonesia mendapatkan banyak catatan, termasuk proses renovasi hingga broadcasting fee.
”Terhadap kemungkinan respon OCA pun, akan dijelaskan oleh INASGOC dan Kemenpora,” terang Gatot. Bahwasanya INASGOC tetap akan bekerja sesuai tugasnya, karena Gatot menilai tidak ada keterkaitan langsung antara INASGOC dengan kasus yang membelit Sekjen KOI tersebut. (nap/sam/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top