Berakhir Maret 2017, Masyarakat Diminta Manfaatkan Tax Amnesty – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

Berakhir Maret 2017, Masyarakat Diminta Manfaatkan Tax Amnesty

Joko Ruhutomo

Joko Ruhutomo

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI–Kebijakan amnesti pajak (tax amnesty) yang mulai efektif per Juli 2016 lalu, berakhir Maret 2017 mendatang. Olehnya, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari, Joko Rahutomo, mengimbau agar masyarakat Sultra memanfaatkan momen secara maksimal. Apalagi, saat ini tarif tebusan amnesti pajak yang berlaku masih di kisaran 3 persen dan mulai Januari bakal meningkat hingga 5 persen.

Sejatinya, amnesti pajak berlangsung dalam 3 periode, mulai periode pertama dalam durasi Juli-September dengan tarif 2 persen, berlanjut ke periode kedua (Oktober-Desember) dengan pemberlakuan tarif 3 persen. Sedangkan tahun depan, Januari-Maret akan berlaku kenaikan tarif tebusan amnesti yang mencapai 5 persen.

“Beda halnya dengan tarif yang berlaku untuk UKM. Yakni, setengah persen bagi pengusaha nilai hartanya tidak lebih dari 10 miliar dan tarif flat 2 persen bagi yang di atas 10 miliar. Ini akan berlaku hingga Maret tahun depan,” paparnya.

Lanjut Rahutomo, tarif 0,5 persen juga berlaku untuk Perseroan Terbatas (PT) atau Perseroan Komanditer (CV) yang omzet per tahunnya di bawah 4,8 miliar. “Mumpung belum masuk periode ketiga, maka segeralah manfaatkan amnesti pajak,” imbuh Joko.
Kendatipun tidak ada target khusus dari pusat terkait amnesti pajak, namun secara massive, KPP Pratama melakukan sosialiasi di 5 wilayah naungannya (Kota Kendari, kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan), demi menyampaikan nilai positif pengampunan pajak.

Ia melihat, pasca September, tingkat penebusan amnesti pajak Kota Kendari justru makin minim. “Kalau sampai September lalu (periode pertama) kita memperoleh angka hingga 39 Miliar lebih, maka dalam 3 bulan terakhir baru ada penambahan sekitar 3 Miliar. jadi, total terhimpun baru 43 Miliar atau baru sekitar 815an wajib pajak yang membayar,” bebernya.

Namun secara keseluruhan, target penerimaan KPP mulai bulan Januari hingga Desember (termasuk tax amnesty) adalah 1,2 triliun, namun tingkat realisasi di hampir seluruh wilayah Indonesia sangat rendah. Adapun Kota Kendari baru menghimpun Rp 659 miliar dari 5 wilayah ini dan ia pun mengaku tetap optimistis akan ada keajaiban, pasalnya penyerapan anggaran dari pemerintah daerah belum 100 persen masuk.

Menurutnya, salah satu penyebab turunnya capaian pajak tahun ini adalah kebijakan pemangkasan anggaran, karena pagu APBN untuk pembangunan wilayah Kendari dan sekitarnya mengalami penurunan hingga 25 persen dibanding tahun lalu. Padahal, pundi kontensi pajak Kota Kendari dan sekitarnya didominasi oleh proyek pemerintah.

“Kita tahu bahwa proyek pemerintah di wilayah kerja KPP Pratama tahun ini alami penurunan dan efeknya pada setoran pajak yang juga ikut menurun,” tambahnya.

Kesadaran perpajakan dapat diukur dengan 2 metode, kepatuhan secara formal dan secara material. Jika ditnjau dari kepatuhan formal maka tolak ukurnya adalah SPt tahunan dan Kota Kendari baru mencapai 62 persen, sedangkan kepatuhan secara material dapat diukur dari kebenaran setoran yang tidak dapat diprediksi.”Menjelang akhir tahun, segeralah memenuhi kewajiban apalagi untuk tax amnesty yang jangka waktunya terbatas,” tandasnya. (feb)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top