Aduh, Enam Atlet Taekwondo Sultra Gagal… – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Aduh, Enam Atlet Taekwondo Sultra Gagal…

kendaripos.fajar.co.id KENDARi– Enam Taekwondo Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) junior, sekaligus babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2017 mendatang, gagal mencapai target. Semua tidak mampu berbuat banyak di babak penyisihan maupun 16 besar, dalam laga yang berlangsung di Surabaya.

taekwondo-201611300813251

Atlet pertama, Muh. Alifkan. Turun dikelas under 58 kg, tidak bisa menembus babak 16 besar setelah kalah oleh taekwondo asal Aceh. Hasil buruk tersebut diikuti Ronaldianto. Meski sudah meraih tiket fase knockout namun Ronal-sapaan Ronadianto- yang bertarung dikelas under 63 kg takluk oleh petarung asal Jawa Timur dengan skor 22-24.
Selanjutnya, di kelas under 44 kg kyorugi putri, Irta Anawula kandas oleh atlet Kalbar. Begitupun, Risky Irma Suryani dikelas under 46 kg juga keok menghadapi Jabar. Lalu, Al Ukminwati dikelas over 68 kg dan kategori poomsae, Erikstrada, dikelas individual putra tidak mampu menaklukan lawan-lawannya.

“Kita gagal meraih juara. Semua yang turun ini merupakan atlet muda. Sebenarnya, ada dua target kita. Pertama meraih gelar, kedua pengalaman tanding. Saya tidak kecewa karena mereka sudah berjuang. Dan yang saya syukuri disini atlet mendapat pengalaman. Hal ini penting untuk mematangkan mental setiap atlet menghadapi kejuaraan selanjutnya,” ujar Pelatih Taekwondo Sultra, Dedy Muskar, Minggu (4/12).

Menurut Dedy, ada beberapa hal menjadi bahan evaluasi. Pertama, atletnya harus lebih memantapkan fisik, teknik dan cara bertanding dengan tenang. Ini perlu dibenahi sebab hasil pertandingan menunjukan hal tersebut menjadi sumber utama kekalahan. “Sebenarnya tembus delapan besar saja sudah bagus. Tapi, itu tidak tercapai. Ada beberapa atlet yang bisa kita bina untuk masuk dalam skuat Popnas tahun depan. Sementara yang lainnya saya nilai tidak mampu dan saya pastikan tidak mungkin dipertahankan,” katanya, tanpa menyebut nama atlet tersebut.

Dedy menambahkan, untuk mendapat atlet terbaik menghadapi Popnas di Jawa Timur 2017 nanti, pihaknya akan melakukan seleksi atlet pada dua kejuaraan di Kota Kendari yang akan bergulir Januari. Kemudian, di Konawe Kepulauan Februari. “Kami memiliki tujuh atlet PPLP. Namun, kalau ada taekwondo lain yang lebih bagus tentu akan kita pertimbangkan. Nah itu kita lihat pada dua kejuaraan tersebut,” tutupnya. (c/myu)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top