Pak Tito Tegaskan Ahok Jadi Tersangka karena Kerja Polisi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Pak Tito Tegaskan Ahok Jadi Tersangka karena Kerja Polisi

Kapolri Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa Polri berkomitmen menuntaskan kasus dugaan penistaan agama Islam yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangkanya.

Di hadapan massa Aksi 212 di Monas, Jumat (2/12) pagi, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menegaskan bahwa kini Ahok sudah menjadi tersangka. Proses selanjutnya adalah persidangan atas Ahok.

BACA JUGA :  Aksi 212, Itulah Wajah Muslim Indonesia Sesungguhnya

Tito lantas membandingkan pengusutan Ahok di Polri dengan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, Polri justru yang sudah duluan menjerat Ahok sebagai tersangka.

“Bayangkan beberapa kali diperiksa KPK, tidak jadi tersangka. Tapi ketika diperiksa Polri, jadi tersangka,” ujar Tito di atas panggung Aksi 212 di Monas.

Ucapan Tito disambut pekik takbir massa.  Tito yang tampat berkalung serban juga didampingi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M Rizieq Shihab.

BACA JUGA :  Sepanggung dengan Presiden, Habib Rizieq Orasi Tangkap Ahok, Reaksi Jokowi...

Seperti diketahui, Ahok memang beberapa kali digarap KPK. Setidaknya ada dua kasus korupsi yang membuat KPK memeriksa Ahok, yakni kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan suap reklamasi Teluk Jakarta.

KPK menyatakan bahwa untuk RS Sumber Waras belum cukup bukti. Sedangkan di kasus reklamasi, Ahok masih berstatus saksi.

Sedangkan untuk kasus penistaan agama, Ahok kini sudah berada di bawah wewenang kejaksaan. Berkas perkaranya sudah melalui pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

BACA JUGA :  Pak JK Menjemput Presiden, Payung Biru Itu Trending Topic

Menurut Jaksa Agung M Prasetyo, berkas dakwaan atas Ahok sudah selesai disusun. Gubernur DKI nonaktif itu dijerat dengan pasal 156 dan 156 a KUHP. “Tidak ada UU ITE,” tegasnya.(boy/mg4/jpnn)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top