Atlet PON Pakai Doping? Ini Kata Sekum KONI Sultra – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Atlet PON Pakai Doping? Ini Kata Sekum KONI Sultra

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Kisruh Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat bergulir. Isu penggunaan doping  menggemparkan dunia olahraga lima tahunan itu. Saat ini, Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) bersama KONI Pusat masih tengah  menunggu hasil autentik tes doping resmi dari India.

elvis-basri-uno

Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan oleh kontingen Sulawesi Tenggara (Sultra). Plt Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sultra, Elvis Basri Uno, memastikan semua atlet yang berlaga bersih dari doping. “Kalau ditanya soal atlet mana saja dari 12 itu, saya tidak tahu secara pasti dari mana asalnya karena memang belum diumumkan, atau sampai sekarang tidak ada pemberitahuan resmi dari pusat,” ujarnya, Kamis (1/12).

Elvis menjelaskan, indikasi doping sebenarnya sudah diketahui begitu pertandingan selesai. Sebab setiap atlet yang bertanding harus melakukan tes doping usai pertandingan. Dalam kasus doping, lanjut dia, ada dua kemungkinan. Pertama adalah faktor tidak sengaja, kedua karena memang di sengaja. “Kalau tidak sengaja, bisa saja terkandung dalam makanan yang dikonsumsi atlet. Sedangkan kalau sengaja, memang ada kecurangan. Biasanya, mereka yang terindikasi doping adalah atlet cabor yang memiliki prestasi yang tiba-tiba melejit. Sementara kita di Sultra yang meraih medali adalah cabor-cabor yang sudah berprestasi sebelumnya,” ungkapnya.

Wasit senior sepakbola ini mengungkapkan, mulai persiapan hingga berlaga di PON Jabar, KONI Sultra menyediakan dokter khusus tempat konsultasi atlet yang jatuh sakit. Pasalnya, ada beberapa jenis obat untuk penyakit yang memiliki kandungan doping. “Atlet yang jatuh sakit sebelum mengkonsumsi obat-obat tertentu, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, kami juga meminta dokter untuk menyediakan jenis-jenis obat yang aman dikonsumsi,” jelasnya.

Elvis menambahkan, KONI Sultra mengutuk keras penggunakan doping di PON 2016 tersebut. Karena itu, dia meminta kepada panitia untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kalau memang ada faktor sengaja, bukan hanya atlet dihukum, pelatih juga harus dihukum,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat, Yudha Saputra menjelaskan, 12 atlet yang terindikasi doping itu berasal dari tujuh provinsi, yakni Jawa barat, Jawa tengah, Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Bangka Belitung. “Kalau dari hasil laporan laboratorium India itu, Jawa Barat ada empat atlet, Jawa tengah tiga atlet, sementara provinsi lainnya masing-masing hanya satu atlet. Sementara untuk cabornya dari menembak, binaraga, angkat besi, dan berkuda,” sebutnya.

Namun soal nama atlet, Yudha belum bersedia. “Kami belum bisa menjelaskan nama-nama atlet tersebut. Masih menunggu pertemuan dulu antara LADI dan Kemenpora terkait hal ini. Setelah itu mereka yang akan mengumumkan siapa saja atlet terkait,” tutup Yudha. (b/myu/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top