Dua Kadis di Muna Diperiksa Jaksa… – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Dua Kadis di Muna Diperiksa Jaksa…

kendaripos.fajar.co.id RAHA- Dua orang Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Pemkab Muna memenuhi panggilan Kejari Muna untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi realisasi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015. Mereka adalah Kadis Pertanian, La Ode Hamalin dan Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, La Oba. Keduanya tiba di kantor Kejari Raha, hampir bersamaan, siang (30/11), kemarin.

foto-pemeriksaan

Dua pejabat tersebut menjalani pemeriksaan di ruangan berbeda. La Oba yang tiba pukul 13.35 Wita, langsung menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Intel Ld Abdul Sofyan. Sementara, La Ode Hamalin tiba sekira 13.50 Wita dan menjalani pemeriksaan diruang Kasi Pidum Yosepus Ari Sepdiandoko.
Sebelumnya, La Ode Hamalin sempat datang ke kantor anak buah HM Prasetyo pagi hari sekira pukul 10.00 Wita. Ia langsung memasuki ruang Kasi Intel. Dalam prosesnya, Kadis Pertanian itu terlihat meninggalkan kantor Kejari Muna. Pasalnya, dokumen DAK yang dibawanya dianggap belum lengkap serta disarankan oleh jaksa melengkapi berkas tersebut.

BACA JUGA :  Kepala BPMD Muna Ditahan

La Ode Hamalin pun tiba di Kejari Muna siang hari.
Dalam pemeriksaannya, terlihat kedua pimpinan SKPD masing-masing membawa sejumlah dokumen pengelolaan sejumlah kegiatan. Pemeriksaannya pun cukup memakan waktu lama. Namun, La Ode Hamalin terlihat lebih dulu meninggalkan Kejari. Sekira pukul 18.35 Wita, La Ode Hamalin terlihat meninggalkan Kejari sembari menelpon seseorang.

diperiksaaa

Saat dimintai keterangannya oleh wartawan, terkait dengan total DAK yang dikelola oleh instasinya serta kegiatan apa saja yang dibiayai dalam DAK tersebut, La Ode Hamalin enggan berkomentar. Tapi ia tetap bersikap bijaksana kepada jurnalis. Ia hanya meminta agar dirinya tak usah dimintai informasi. “Jangan mi,” katanya, sembari berjalan meninggalkan wartawan koran ini, dengan ramah.

Sementara itu, jaksa yang melakukan pemeriksaan terhadap La Ode Hamalin juga tidak berbicara banyak. Menurut, Yosephus Ari Sepdiandoko masih akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk diperdalam. Ari sapaan akrab Kasi Pidum itu juga tidak menyebutkan berapa total DAK Dinas Pertanian. Pihaknya masih akan mengkaji dulu. Sebab, pemeriksaan La Ode Hamalin belum berakhir dan masih terus dilakukan pengembangan.

BACA JUGA :  Kepala BPMD Muna Ditahan

Ari menuturkan, Dinas Pertanian mengalokasikan tiga item kegiatan. Dalam kegiatan tersebut, dibagi dalam beberapa sub bagian. Namun, ia juga tidak menyebutkan kegiatan apasaja yang dialokasikan dalam DAK. “Banyak kegiatannya. Tapi ada di BAP. Kalau bicara lagi BAP itu materi,” ucapnya.

Sekira pukul 19.30 Wita, Kepala BLHPK La Oba pun menyusul keluar usai menjalani pemeriksaan dari Ruang Kasi Intel. Saat dikonfirmasi pun, ia tidak tidak banyak komentar. Kepada Wartawan ia menyampaikan DAK 2015 yang dikelolanya Rp 1,9 M. Ia juga enggan menyebutkan alokasi anggaran tersebut diporsikan untuk kegiatan apasaja. “Sudah malam. Nanti ke kantor saja,” katanya, sembari masuk ke dalam mobilnya yang berplat nomor DT 9131 D.

BACA JUGA :  Kepala BPMD Muna Ditahan

Kasi Intel Kejari Muna, La Ode Abdul Sofyan mengungkapkan, La Oba dicecar sebanyak 20 pertanyaan lebih terkait dengan pengelolaan pelaksaan DAK 2015. Kegiatan yang dialokasikan yakni pembuatan beberapa taman yang ada di kota Raha. Kata dia, realisasi kegiatan tahun 2015, belum seluruhnya dicairkan. Ada satu kegiatan yang penganggarannya menyebrang tahun. “Tidak selesai 2015, pekerjaan itu dilanjutkan dengan adendum kontrak. Dan pekerjaannya dinyatakan selesai dan anggarannya pun sudah dibayarkan. Nanti dicek dilapangan sudah dibayarkan sesuai kontrak atau bagaimana,” ungkapnya.

La Ode Abdul Sofyan kembali menegaskan, sesuai dokumen sudah dilaksanakan tahun 2015. Hanya saja, satu item kegiatan menyeberang ke tahun 2016. Pekerjaannya dinyatakan seratus persen, anggarannya pun dibayarkan seratus persen. “Jadi satu item itu baru dicairkan 24 persen. Sisanya dibayarkan 2016 melalui Perbup tentang penjabaran perubahan APBD Muna,” tegasnya.(ery)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top