Space Iklan
Pariwara
HEADLINE NEWS

Kasihan Pak Wagub… Sering Menunggu Pejabat “Jam Karet”

Wagub Sultra, H.M.Saleh Lasata

Wagub Sultra, H.M.Saleh Lasata

 

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Budaya “jam karet” di lingkup Pemprov Sultra seolah sudah menjadi hal jamak. Hanya untuk menunggu undangan (pegawai) yang tidak datang tepat waktu, jadwal kegiatan terpaksa diundur. Padahal banyak pihak yang dirugikan terutama bagi orang terbiasa disiplin, salah satunya, Wakil Gubernur (Wagub) H.M. Saleh Lasata. Dalam beberapa kesempatan, purnawirawan Jenderal TNI AD itu harus rela menunggu pelaksana kegiatan yang notabene adalah para bawahan.

Kebiasan yang sama kembali dipertontonkan jajarannya. Dalam agenda penyerahan data Personil Pendanaan Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) pada akhir pekan lalu, Wagub dua periode ini harus menunggu sekitar satu jam. Jadwal kegiatannya harus diundur hingga pukul 10.15 Wita. Alasannya, para undangan belum hadir. Tak heran, sebelum acara dimulai mantan Bupati Muna ini sempat memberikan peringatan. Ia meminta agar pejabat maupun pegawai untuk tidak membiasakan datang terlambat.

“Kalau bisa hal ini jangan dibiasakan. Masa saya harus disuruh menunggu sampai kalian semuanya hadir. Padahal saya sudah bolak-balik panggil ajudan, tapi ternyata belum siap-siap juga. Sementara agenda saya banyak. Setelah ini, saya mau buka acara lain. Kasihan, mereka harus menunggu saya,” sindir Saleh Lasata.

Mantan anggota DPRD Muna ini mengaku jengkel karena sering dibuat menunggu. Ironisnya, alasan tertundanya kegiatan, tidak jelas. Jika ada kendala yang tidak bisa dielakan, mungkin masih ia maklumi. Namun bila tidak ada apa-apa, ia mengaku wajar bila diberi peringatan. Apalagi kejadian seperti ini bukan pertama kali.

“Saya juga heran. Apa masalahnya. Untuk kasus-kasus tertentu saya bisa memberi toleransi. Tapi kalau tidak ada lalu mencoba mencari-cari alasan yang terkesan dibuat-buat. Saya minta kebiasaan ini harus diubah dan buat paradigma baru,” tandas Saleh Lasata. Di dunia kemiliteran kata mantan Ketua DPRD Sultra, kebiasaan seperti akan berujung pada hukuman. Apalagi sampai membuat komandan menunggu. Namun bukan berarti, ia ingin menerapkan sistem ini. Tapi paling tidak, ia ingin sikap kedisiplinan tersebut perlu dicontoh. Kalau tidak dimulai dari sekarang, budaya “jam karet” akan terus terulang. Padahal untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah sesuai target, rencana yang telah disusun harus berjalan sesuai agenda.

“Sikap disiplin itu harus dibiasakan dari hal-hal kecil. Ini, datang rapat saja sering terlambat. Lah, bagaimana mau komitmen kalau begini. Pantas, kinerja serapan anggaran belum optimal. Saya ingin hal ini harus diubah. Masing-masing SKPD harus instropeksi diri. Kedepan, saya tidak akan mentolerir kejadian seperti ini lagi,” tegas pasangan H. Nur Alam ini.(amal)

loading...
1 Comment

1 Comment

  1. kim gamoro

    7 Nov 16 07:06 at 07:06

    Korupsi juga itu eee…korupsi waktu…

    Tidak malu ya?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top