Oolala… Dana Perlindungan Sosial Korban Bencana Menipis – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Oolala… Dana Perlindungan Sosial Korban Bencana Menipis

kendaripos.fajar.co.id. JAKARTA -Tahun 2016 masih dua bulan lagi. Tapi, anggaran bencana alam di direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial (Kemensos) hanya tersisa 10 persen dari Rp 140 Miliar. Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Harry Hikmat mengatakan, banyaknya bencana yang terjadi tahun ini membuat anggaran sudah banyak terserap.

images-2

Kondisi ini diperparah dengan adanya penghematan anggaran sebanyak 3 kali tahun ini. Sehingga, membuat dana perlindungan sosial korban bencana alam untuk tahun ini hanya tersisa Rp 140 Miliar dari jumlah sebelumnya Rp 344 Miliar. ”Total hingga saat ini sudah teralokasi 90 persen. Dalam tempo dua bulan sisa 10 persen,” ujar Harry di Jakarta, Kamis (27/10) lalu.

Jumlah itu tentu dirasa tak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan dasar di daerah-daerah pengungsian. Bahkan, di beberapa daerah seperti Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (jateng) sudah hands up. Mereka meminta tambahan logistic untuk mengisi gudang-gudang logistik yang kini mulai menipis. ”Karena memang intensitas bencana tahun ini sangat tinggi, seperti banjir dan longsor kan luar biasa. Makanya logistik di provinsi tinggal sisa-sisa barang,” ungkapnya.

Kondisi bencana yang menerus ini memunculkan kekhawatiran pada jumlah papersediaan logistic yang sudah menipis. Bisa-bisa, tahun depan stok sudah habis. Lalu, bagaimana bila sebelum tahun depan terjadi bencana besar? Harry memastikan, kondisi tersebut sudah diantisipasi. Menurutnya, Kemensos sudah menyiapkan langkah-langkah agar bantuan sosial bagi mereka yang menjadi korban tetap tersalurkan dengan baik.

Misal, untuk santunan kematian. Bantuan tersebut akan tetap diberikan sesuai ketentuan, yakni sebesar Rp 15 juta per jiwa, dengan optimalisasi dana hibah dalam negeri. ”Bu menteri menegaskan kalau bantuan harus tetap diberikan. Kita juga sedang lakukan realokasi dana beberapa kegiatan yang gak prioritas,” ungkap lulusan Doktor program Ilmu Sosial Universitas Padjajaran itu.

Untuk masalah logistik, diakali dengan cara relokasi logistik dari daerah yang masih memiliki stok berlebih. Upaya ini, menurutnya, bisa dilakukan karena logistic yang berada di gudang provinsi merupakan milik pemerintah pusat. Sehingga, bila dalam kondisi mendesark hal itu bisa dialihkan. ”Tapi yang agak susah kalau sudah didistribusikan ke gudang kabupaten. Ini harus ada kewenangan provinsi untuk memutuskan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, ada dana on call BNPB yang dapat dimanfaatkan pula untuk kebutuhan logistik. Diakuinya, dana ini kurang dioptimalkan pihaknya selama ini. Namun, setelah dilakukan MOU dengan kementerian/lembaga terkait, maka Kemensos bisa mengajukan penggunaan dana on call ke BNPB. ”jadi kalau daerah melaporkan adanya kekurangan, kita bisa ajukan ke BNPB untuk penggunaan dana on call,” jelasnya.

Di sisi lain, Kemensos terus mendorong adanya kenaikan anggaran untuk perlindungan sosial korban bencana ini. Minimal, kembali ke besaran semula di tahun 2015 yakni Rp 344 Miliar. ”Kita siapkan di APBN-P. setelah diketok (APBN, red), langsung kita bahas sehingga siap diajukan di APBN-P,” ujarnya. (mia)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top