Usut Proyek TPAS di Konut, Jaksa Panggil Pihak PU Provinsi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Usut Proyek TPAS di Konut, Jaksa Panggil Pihak PU Provinsi

Janes Mamangkey, SH

Janes Mamangkey, SH

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait indikasi penyimpangan akibat keterlambatan pekerjaan yang dilakukan pihak PT Pratama Godean Jaya dalam mengerjakan proyek Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Kabupaten Konawe Utara (Konut). Saat ini tim Jaksa mulai bergerak dan melakukan pengumpulan data awal. Pengecekan dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sultra yang diketahui penggerak utama dalam pembangunan proyek tersebut. Sayangnya beberapa orang yang ditemui belum dapat memberikan keterangan.

Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey membenarkan informasi tersebut. Diakuinya saat ini tim belum dapat meninjau langsung lokasi pembangunan proyek itu. Pihaknya masih membutuhkan keterangan dari pihak Dinas PU. “Kami sudah menjadwalkan kembali pemanggilan pada pihak terkait di Dinas PU Provinsi itu untuk memberikan keterangan. Dalam waktu dekat ini,” tegas Janes Mamengkay, Jumat (28/10). Siapa-siapa pihak yang akan diperiksa itu, Janes enggan mengungkapkannya.

Untuk diketahui, perkara ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan ada indikasi dugaan korupsi Proyek TPAS di Konut tahun 2015 yang dianggarkan kurang lebih Rp 7 miliar. Diketahui pengerjaan Proyek TPAS tak sesuai kontrak kerja. Rekanan yang mengerjakan proyek tersebut seharusnya sudah menyelesaikan kontrak pada 22 Februari 2016. Namun belakangan proyek tak kunjung selesai. Sementara pencairan anggaran proyek yang dimulai sejak 26 Agustus 2015 itu telah mencapai 100 persen. Penunjukan PT Godean Jaya sebagai kontraktor juga disebut tak luput dari peran PPK Persampahan yang bernaung dalam Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Provinsi Sultra. Meski belum ada hasil audit resmi, namun akibat keterlambatan pekerjaan tersebut diduga berimplikasi pada kerugian negara mencapai Rp 800 juta. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top