Tebang Pilih, Penetapan Tersangka Dahlan Iskan Bentuk Diskriminasi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Tebang Pilih, Penetapan Tersangka Dahlan Iskan Bentuk Diskriminasi

Dahlan Iskan di Kejati Jatim, kemarin (27/10). F-GALIH COKRO/JAWA POS

Dahlan Iskan di Kejati Jatim, kemarin (27/10). F-GALIH COKRO/JAWA POS

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA— Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai penetapan tersangka Dahlan Iskan dalam kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PT PWU) Jatim oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur adalah sebuah diskriminasi hukum.

Dia memandang aneh mengapa kasus lama itu baru diungkap sekarang. “Memang cukup aneh kenapa kasus lama itu baru diangkat-angkat sekarang. Lebih dari 10 tahun. Tentu harus ada pertimbangan untuk mengangkat itu,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10).

Karena itu, dia menganggap penegakkan hukum tebang pilih. Sebab, ada sejumlah kasus yang jelas-jelas ditemukan pelanggaran hukum namun tidak kunjung diproses. Misalnya, pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemda DKI yang jelas ada kerugian negara di dalamnya dan juga dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

BACA JUGA :  Parah! Jaksa Kasus Dahlan Jadikan Makelar Sumber Data

“Ini diskriminasi hukum. Ini tebang pilih,” tegas politikus Gerindra itu.

Untuk itu Fadli mengaku prihatin atas penetapan tersangka dan penahanan Dahlan Iskan. Dia berharap agar hukum tidak diskriminatif atau menjadi alat kekuasaan ataupun alat politik.

“Ini menurut saya sangat membahayakan kalau hukum sudah menjadi alat permainan politik. Saya kira akan menimbulkan kegaduhan dan mungkin bisa jadi pembangkangan (civil disobedience) terhadap hukum oleh massa,” pungkas legislator asal Jawa Barat itu.

BACA JUGA :  Obituari untuk Orang Berprestasi

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan berharap, penetapan tersangka Dahlan bukanlah karena pertimbangan politik. “Tapi karena pertimbangan hukum yang berkeadilan,” tegasnya kepada JawaPos.com (kendaripos.fajar.co.id group), Jumat (28/10).

Karenanya, dia juga berharap agar Dahlan mendapatkan keadilan sesuai dengan pernyataannya bahwa dia tidak pernah memakan uang negara. “Kita berharap Pak Dahlan akan mendapat keadilan seadil-adilnya sesuai kebenaran yang sesungguhnya,” pungkas Daniel.

Sebelumnya, penyidik Kejati Jatim menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Bukan hanya itu. Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung juga memutuskan untuk menahan Dahlan sampai 20 hari ke depan.

BACA JUGA :  Profesor Jangkung Pembina Ahli Indonesia

Namun, Dahlan tidak kaget dengan penahanannya itu. Sebab, bapak dua anak itu merasa bahwa dirinya telah diincar agar bisa dijerat hukum. ‘’Saya sedang diincar terus oleh yang lagi berkuasa,” kata Dahlan kepada media saat akan meninggalkan gedung kejati.

”Biarlah sekali-sekali terjadi, seorang yang mengabdi dengan setulus hati, dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa digaji selama 10 tahun, tanpa menerima fasilitas apa pun, harus menjadi tersangka,” jelasnya.

Dahlan menyatakan, dirinya ditetapkan sebagai tersangka bukan karena memakan uang negara. Bukan karena menerima sogokan. Juga bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus menandatangani dokumen yang sudah disiapkan anak buah.(dna/JPG)

 

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top