Polantas Pungli Siap-siap Dimutasi, Kapolres Buka Kotak Pengaduan Masyarakat – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Polantas Pungli Siap-siap Dimutasi, Kapolres Buka Kotak Pengaduan Masyarakat

ilustrasi

ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Semangat untuk memberantas praktik pungutan liar (Pungli) di Internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terlihat hingga ke jajaran Polda Sultra. Dalam rilis Humas Mabes Polri, kasus Pungli mencapai 235 kejadian dan terbanyak dilakukan Polisi Lalu Lintas (Polantas). Banyaknya kasus Pungli yang dilakukan itu membuat Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra akan memberi sanksi berat bagi pelaku.

Direktur Ditlantas Polda Sultra, Kombespol. Rudi Antariksawan yang ditemui Kamis (27/10) menegaskan, dari internal Polda Sultra sendiri telah membentuk tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan melibatkan beberapa divisi, salah satunya Ditlantas. “Dalam tim itu, terlibat beberapa diantaranya Divpropam, Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Shabara dan Ketuanya, Irwasda. Seluruh polisi di divisi apapun bisa kami diamankan, termasuk Polantas,” tegasnya.

Untuk internal direktoratnya, Rudi Antariksawan mengaku, juga membentuk tim anti Pungli dengan komposisi anggota melibatkan seluruh Kasatlantas di seluruh Polres wilayah hukum Polda Sultra. “Mereka bertugas melakukan kontrol dan pengawasan terhadap personil yang terbukti melakukan Pungli. Siapapun itu, tidak memandang berpangkat apa. Karena pemberantasan Pungli adalah salah satu program Kapolri. Untuk sanksinya akan dimutasi dan hukuman disiplin lainnya. Tergantung pelanggaran apa yang dilakukan,” sambungnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menolak bila ada tawaran dari anggota polisi untuk mempermudah pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan sebuah imbalan. “Masyarakat juga jangan menawarkan diri agar pengurusannya lebih cepat dengan membayar lebih. Jadi yang menerima sogok dan pemberi sogok akan kami proses bila ditemukan,” ancam Dirlantas Polda Sultra. Disetiap Polres sudah ada pengumunan berapa tarif pembuatan dan perpanjangan SIM. Jika ada yang membayar lebih dari itu berarti sudah Pungli.

Upaya pencegahan serupa juga dilakukan Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi dengan membentuk tim satuan tugas (Satgas) memberantas Pungli. “Tim Satgasnya sudah kami bentuk dan berjalan. Selama enam bulan saya menjabat di Polres Kendari belum ada satupun anggota yang ketahuan meminta Pungli kepada masyarakat,” ujar Sigid, kemarin di halaman SSDC Kendari. Harapannya agar masyarakat maupun aparat kepolisian tidak memberi kesempatan sehingga muncul praktik Pungli tersebut. “Sanksinya jelas. Kami juga sudah membuat kotak pengaduan masyarakat tentang keluhan pelayanan anggota Polres Kendari,” tandas Sigid. (c/p12/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top