Delapan WNA Tiongkok Ditangkap, Ada Pasutri Tinggal di Perumahan Elite – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Delapan WNA Tiongkok Ditangkap, Ada Pasutri Tinggal di Perumahan Elite

Operasi gabungan Imigrasi yang berhasil mengamankan WNA di Kemaraya Regency karena tak bisa menunjukkan paspornya.  KAMARUDDIN D/KENDARI POS

Operasi gabungan Imigrasi yang berhasil mengamankan WNA di Kemaraya Regency karena tak bisa menunjukkan paspornya.
KAMARUDDIN D/KENDARI POS

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Delapan Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Tiongkok kembali ditemukan berada di Kota Kendari tanpa dokumen lengkap. Mereka adalah Shang Weiwei (27), Liu Yuechen (26), Wang Delong (42), Zhang Zhirong (59), Feng Yale (41) serta pasangan suami istri Cheng Jinhui (33) dan Zeng Xiaotao (30) dan anaknya Cheng Nan (2). Para WNA itu diamankan sejak Kamis (27/10) malam pada tempat berbeda di sejumlah perumahan elite di Kota Kendari.

Sesuai perintah Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, seluruh kantor Imigrasi di seluruh Indonesia menggelar Gerakan Operasi Serentak (Gertak) untuk melakukan pengawasan dan penindakan hukum pada WNA yang tak mematuhi undang-undang keimigrasian. Pihak Imigrasi Kelas I A Kendari lalu melakukan operasi dibeberapa perumahan elit yang diduga dihuni warga asing.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sultra, Enang Samsir yang mengikuti langsung operasi tersebut menjelaskan, kegiatan ini dilakukan secara terbuka itu mengaku melibatkan pihak TNI, Polri dan stakeholder lainnya. “Di perumahan Kemaraya Regency, tim mengamankan Cheng Jinhui, Zeng Xiaotao dan Cheng Nan yang tinggal di Blok B nomor 22. Mereka tidak dapat menunjukkan paspor negaranya. Sementara di Blok A nomor 5 petugas juga menemukan WNA Tiongkok bernama Awang. Namun yang bersangkutan tidak ditahan karena memiliki dokumen lengkap.

“Seluruh WNA sudah kami amankan, dan akan dilakukan penyelidikan. Bila terbukti melanggar mereka dijerat pasal 122, 116, dan 71 tentang penyalagunaan dokumen. Ada beberapa WNA yang menggunakan Visa Kunjungan namun melakukan pekerjaan di Sultra,” paparnya, Jumat (28/10).
Dua WNA lainnya, Wang Delong (42), Zhang Zhirong (59) diketahui diamankan di Jalan Bunga Palem, Kemaraya yang menyewa rumah warga sebagai tempat tinggal. Dari keterangan warga lokal yang tinggal bersama kedua WNA tersebut mengatakan, mereka bekerja di Ranooha Kabupaten Konawe untuk melakukan pengeboran nikel.Karena menggunakan visa kunjungan untuk bekerja, kedua WNA tersebut diamankan.

Selain melakukan razia orang asing yang melanggar aturan keimigrasian, Tim Operasi juga melakukan razia pada sejumlah hotel berbintang sekaligus sosialisasi pada pihak manajemen yang belum menggunakan aplikasi pelaporan orang asing bagi tamunya. “Pihak hotel yang tidak melaporkan keberadaan orang asing ditempatnya, itu menyalahi aturan keimigrasian dan akan dikenakan pidana. Namun belum bisa kami terapkan karena butuh sosialisasi dulu. Bukan hanya hotel, perseorangan pun harus melaporkan keberadaan orang asing, bahkan kalau ada yang mau menyewakan rumahnya harus diketahui Imigrasi. Itu mempermudah kerja kami mengawasi dan mengontrol pergerakan WNA,” tandas mantan Kepala Kantor Imigrasi Surabaya itu. (b/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top