MA Kabulkan Kasasi Mantan Wali Kota Makassar – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

MA Kabulkan Kasasi Mantan Wali Kota Makassar

lham Arief Sirajuddin. Foto: Dok/JPNN.com

lham Arief Sirajuddin. Foto: Dok/JPNN.com

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA — Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi merespon putusan kasasi Mahkamah Agung yang diajukan mantan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin.

“Kami pelajari putusan dan langkah hukum berikutnya,” kata JPU KPK Ali Fikri yang menangani perkara ini saat dihubungi wartawan, Rabu (26/10).

Seperti diketahui, MA mengabulkan kasasi Ilham dalam perkara korupsi pengelolaan instalasi pengolahan air (IPA) II Panaikang, Makassar, periode 2007-2013.

MA mengurangi hukuman Ilham dari enam menjadi empat tahun penjara.

Majelis juga memutus Ilham hanya membayar uang pengganti Rp 175 juta subsider satu tahun kurungan.

Putusan ini lebih ringan dari vonis tingkat banding yang menghukum Ilham membayar uang pengganti Rp 4 miliar.

Pada Februari 2016 lalu, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Ilham bersalah menyalahgunakan jabatannya.

Ilham mengarahkan Direksi PDAM Kota Makassar agar menunjuk PT Traya Tirta Makassar sebagai pemenang proyek rehabilitasi, operasi, dan transfer IPA II Panaikang pada 2007-2013.

Kerja sama itu kemudian dinilai telah merugikan keuangan negara.

Kasus ini juga melibatkan Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar Hengky Widjaja. Tapi kasusnya dihentikan karena Hengky meninggal dunia.

Ilham dianggap memperkaya diri sendiri Rp 5,5 miliar dan Hengky Rp 40 miliar. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp 45 miliar.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan salinan putusan kasasi MA, akan didiskusikan dengan pimpinan KPK serta penegak hukum lainnya.

Jaksa Ali menambahkan, karena berkaitan dengan kerugian negara maka pihaknya juga mempertimbangkan untuk melakukan gugatan perdata. Termasuk nanti seperti apa  tindak lanjut dari segi korporasinya.

“Apakah nanti akan ajukan gugatan, begitu juga ke pihak swastanya itu,” ungkap Ali.

Sebenarnya, ia menjelaskan, dari sisi korporasi endingnya adalah asset recovery. Hal itu sebagai upaya memulihkan kerugian negara.

“Intinya kami diskusi lebih ke pemulihan kerugian negara yang sekian puluh miliar itu,” tuntasnya. (boy/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top