Jaksa Terbatas, Perkara Aswad Sulaiman Belum Sampai di Pengadilan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Jaksa Terbatas, Perkara Aswad Sulaiman Belum Sampai di Pengadilan

Aswad Sulaiman (berkacamata) usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sultra beberapa waktu lalu.

Aswad Sulaiman (berkacamata) usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sultra beberapa waktu lalu.

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Sudah lebih dari 60 hari, berkas perkara Aswad Sulaiman, tersangka dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara (Konut) tahun 2010 belum juga dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kendari untuk disidangkan. Sampai kini, berkas tersebut masih mengendap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe setelah perlimpahan tahap II dari Kejati Sultra beberapa waktu lalu. Lalu apa kendala hingga jaksa belum juga menyerahkan kasus itu untuk diuji secara hukum di pengadilan? Kajari Konawe, Saiful Bahri Siregar, SH yang ditemui di Kejati Sultra usai menghadiri pertemuan dengan pihak Kejaksaan Agung mengaku, sebenarnya berkas perkara mantan Bupati Konut itu sudah tuntas. “Hanya JPU yang akan menyidangkan perkara ini masih perlu kesiapan. Apalagi perkara ini harus punya pembuktian yang kuat,” kata Siregar.
Keterbatasan jaksa penuntut umum (JPU) adalah kendala utama.

“Berkas dan penyusunan dakwaan sudah disiapkan, tinggal menunggu waktu saja untuk dilimpahkan. Kira-kira pekan depan,” janjinya. Aswad juga diketahui wajib lapor setiap pekan di kejaksaan. Soal penahanan, Kajari menyerahkan pada kewenangan hakim saat persidangan nanti.
Dalam perkara ini, sudah ada 11 tersangka yang ditetapkan jaksa. Ada yang sudah menjalani hukuman dan sebagian lagi masih bersidang. Aswad ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara pada tahun 2010.

Proyek tersebut dianggarkan Rp 15,8 miliar yang dibagi dalam dua tahap dari tahun 2008-2010. Tahap pertama tahun 2008 sebesar Rp 7,3 miliar dan selanjutnya Rp 2,4 miliar. Sedangkan pada tahap dua dianggarkan sebesar Rp 5,9 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Voni Bintang Nusantara tanpa melalui proses tender dan mendapat persetujuan langsung dari Aswad. Namun dalam beberapa persidangan terdakwa Yani Sumarata beberapa pekan lalu, Aswad membantah jika dirinya berperan dalam kasus korupsi itu. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top