Banjir, 7 Rumah Roboh, 70 KK Terisolir – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Banjir, 7 Rumah Roboh, 70 KK Terisolir

Ibu dan anaknya ini hanya bisa melihat rumahnya yang telah roboh akibat terjangan banjir di Kolaka Utara. Foto: Muhammad Yusup/Kendari Pos

Ibu dan anaknya ini hanya bisa melihat rumahnya yang telah roboh akibat terjangan banjir di Kolaka Utara. Foto: Rusli/Kendari Pos

kendaripos.fajar.co.id,LASUSUA—Intensitas hujan yang tinggi di Kolaka Utara, Selasa (25/10/2016), membuat Sungai Rante Limbong di Dusun III Salumeja, Desa Rante Limbong Kecamatan Lasusua meluap. Akibatnya, sebanyak tujuh unit rumah warga rusak berat (roboh) dan 10 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Sebanyak 11 kepala keluarga (kk) diungsikan ke tenda darurat. Akses jalan yang putus membuat 70 KK di desa tersebut terisolir.

Informasi yang dihimpun, banjir terjadi pukul 00.30 wita, Selasa (25/10). Gemuruh arus air yang tumpah dari wilayah perbukitan membuat warga terbangun dan segera menyelamatkan diri. Kedalaman Sungai Rante Limbong yang mencapai tujuh meter tak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menggenangi jembatan penghubung di desa itu.

Rumah-rumah warga yang berdiri di bantaran sungai menjadi sasaran. Ketinggian air mencapai 4 meter dan merusak 17 unit rumah. Sebanyak 7 unit diantaranya memang tak bisa lagi diselamatkan. Untungnya, warga masih bisa diungsikan sebelum ketinggian air mencapai 4 meter. “Tidak langsung tinggi airnya. Berangsur tiga kali,” ungkap Satruddin, Kepala Dusun III Sulumeja.

Dalam insiden tersebut, satu basecamp milik PT. Masalle Grup yang juga berdiri di bantaran sungai sejak 2007 itu beserta kendaraan dan alat beratnya tertimbun material kerikil dan lumpur. Tersumbatnya kolong jembatan yang panjangnya kurang lebih 15 meter tersebut membuat arus berubah dan mengikis bantaran sungai selebar 20 meter serta memutuskan akses satu-satunya di desa itu. “Ada 70 KK terisolir,” ujarnya.

“Pukul 02.00 wita, tadi malam, saya keluar dan menyuruh warga menyingkir karena sudah kencang arus. Pukul 03.00 wita jembatan tersumbat arusnya berbelok hantam rumah,” imbuhnya.

Salah seorang korban banjir yang rumahnya roboh, Rosdiana (31) mengaku hanya bisa menyelamatkan diri, malam itu. Ia bersama anak dan suaminya mencoba mencari sisa barang-barang setelah banjir surut. Dia syok tidak menyangka rumahnya yang berdempetan dengan kediaman tantenya hanya mampu menyaksikan roboh perlahan diterjang arus. “Dinding rumah bergetar saat arus kencang saya bawa anakku lari keluar dan tidak lama rumah hancur,” tuturnya sembari membolak-balik timbunan runtuhan rumahnya untuk mencari barang tersisa.

Pelaksana Tugas Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolut, Hardi menjelaskan, masih ada kisaran sepuluhan unit rumah di Desa tersebut yang mendiami bantaran, terancam arus. Data terakhir yang dirangkum di beberapa titik banjir sebanyak 17 unit rumah yang rusak. Tujuh di antaranya rusak berat. “Kami masih melakukan pendataan, ini baru laporan sementara,” ujarnya.

Adapun sarana umum yang rusak yakni jembatan dua unit serta beronjong kurang lebih 45 meter yang hanyut dan beberapa diantaranya rusak karena masih dalam proses pemasangan. Akibat jebolnya tanggul sugai di beberapa pemengkolan juga menggasak kurang lebih 20 hektar tanaman padi yang baru ditanam dua pekan lalu. “Total kerugian warga belum diketahui pastinya untuk sementara,” katanya.

Direktur PT. Masalle, H. Sumarlin H. Majja, ia belum mengetahui total kerugian yang ia alami namun capai miliaran. Pasalnya, selain base camp, 1 exavator, 2 buldoser, 1 vibro (pemadat material), 2 dam truck, 1 kreser (penghancur batu), 1 viniser (penghampar aspal) sera 1 ujit ganset berkapasitas 550 kva yang melayani puluhan rumah di sana. “Kalau mau hitung kerugian jika rusak ya miliaran juga. tapi nantilah diurus kita bantu dulu benahi sungai warga” katanya.

Di lokasi pengungsian, telah ada dua tenda darurat yang didirikan oleh pihak BPBD dan Polres Kolut. Dinsos dan BPBD telah mengirim bantuan makanan siap saji serta perlengkapan dapur dan lainnya yang juga disumbang oleh beberapa pihak. Puluhan anggota TNI yang dipimpin Dandim 1412 Haluoleo (HO) Kolaka Letkol CZI Manukallo Danga, Kapolres Kolut AKBP Juli Eko Prihartono dan Kasat Pol PP Nulia Piabang menerjukan personil membantu korban banjir. (rusli)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top