2 Gugur, 17 Paslon Lolos Pilkada Serentak di Sultra – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

2 Gugur, 17 Paslon Lolos Pilkada Serentak di Sultra

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—-KPU telah menetapkan konstestan Pilkada 2017. Sebanyak 19 bakal pasangan calon (Paslon) yang mendaftarkan diri pada tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, namun hanya 17 pasangan yang dianggap memenuhi syarat. Dua pasangan dinyatakan gugur dan tidak bisa mengikuti kompetisi Pilkada. Penetapan Paslon yang memenuhi syarat pencalonan dan syarat calon berlangsung lancar dan aman di KPU masing-masing, Senin (24/10).

Dua paslon yang dianggap tidak memenuhi syarat pencalonan yakni Atikurahman-Achmad Nompa (Armada) dan Muhammad Sahir-Kaharuddin (Sangkar) yang menjajal jalur independen. Dua paslon ini mendaftar sebagai kontestan Pilkada di Bombana. Namun, KPU Bombana menilainya, syarat dukungan sah yang berhasil dikumpulkan kedua Paslon tidak mencukupi sehingga mereka harus gugur.

Paslon yang akan berkompitisi memperebutkan tahta Bupati dan Wakil Bupati Bombana hanya Tafdil-Johan (Bertahan) dan Kasra Jaru Munara-Man Arfa (Berkah). Sidang pleno penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana dihadiri lima komisioner KPUD Bombana, pihak Panwas serta tim sukses dari bakal calon bupati dan wakil bupati.

Saat pleno berlangsung, beberapa interupsi dilayangkan dari kubu bakal calon yang tidak memenuhi syarat. Salah satunya dari kubu calon perseorangan Atikurahman. Melalui salah satu tim suksesnya, Mulyadi, paslon Armada mempersoalkan cara kerja KPUD Bombana saat memverifikasi faktual dukungan perseorangan di lapangan. Menurut Mulyadi, jumlah dukungan ganda eksternal yang mereka ajukan sangat banyak. “Ini yang menyebabkan kubu kami TMS (tidak memenuhi syarat). Kami ingin pertanyakan, berapa sebenarnya jumlah yang diverifikasi secara faktual saat verifikasi perbaikan,” kata ketua tim Armada ini.

Dia juga menyayangkan sikap KPUD Bombana yang tidak menanggapi surat aduan Armada yang disampaiakn 21 Oktober 2016. Bahkan mereka sudah mengisi formulir B7. Namun hal itu tidak ditanggapi serius oleh pihak KPUD Bombana. Tidak hanya itu, tim Armada juga memukan data yang sudah memenuhi syarat pada verifikasi sebelumnya. Tapi saat verifikasi perbaikan tetap difaktualisasi. “Seharusnya yang diverifikasi di lapangan itu yang TMS saja. Sebab yang diuji ganda eksternal, yang katanya ada KTP dukungan kami, yang ikut mendukung kubu perseorangan di luar kami,” protesnya.

Meski Mulyadi berkali-kali memprotes, namun setelah mendapat penjelasan dari KPUD Bombana akhirnya ketua Tim Pemenangan Atikurahman ini, merendah. Bahkan ketika pihak Panwaslu Kabupaten Bombana mempersilakan bagi calon yang keberatan agar melaporkan ke pihak Panwaslu, Mulyadi menolak dan menyatakan ikut menyetujui hasil keputusan KPUD Bombana.

Lain halnya dengan Paslon Muhamad Sahir – Kaharuddin. Pasangan Sangkar ini, seolah sudah lempar handuk sejak awal pleno. Diwakili oleh ketua timnya, Tamsir lindung, kubu Sangkar memilih diam. Sejak dibuka pleno hingga ditutup, kubu ini memilih no coment alias tidak ingin berkomentar apa apa terkait hasil pleno.

Ketua KPU Bombana, Arisman mengatakan, usai ditetapkan dari bakal calon menjadi calon bupati, dua paslon yang memenuhi syarat itu akan mengikuti rapat pleno pencabutan nomor urut. “Sesuai jadwal, pencabutan nomor urut itu, akan kami laksanakan besok (hari ini),” ungkap Arisman.

Sementara, pleno penetapan Paslon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Kendari dihadiri oleh semua Paslon, Parpol pengusung, Kapolres Kendari AKBP Sigid Haryadi, Ketua Panwas Kendari Alasman Mpesau. Paslon Adriatma Dwi Putra-Zulkarnain tiba di KPU Kendari lebih awal dari Paslon lain. Kemudian disusul Abdul Rasak-Haris Andi Surhman dan Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Machmud. Ratusan pendukung dan simpatisan menunggu keputusan KPU di luar Kantor KPU.

Komisioner KPU Kendari, Yasir mengatakan, keputusan pleno penetapan Paslon, tiga pasang kontestan dinyatakan lulus untuk bertarung di Pilwali Kendari. “Berdasarkan keputusan penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Kendari, pasangan calon Adriatma Dwi Putra-Zulkarnain, Abdul Razak-Haris Andi Surahman dan Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Machmud ditetapkan sebagai peserta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari tahun 2017-2022,” ungkap Yasir.

Ketua KPU Kendari, Hayani Imbu menambahkan, pihaknya akan dilakukan pencabutan nomor urut pada salah satu hotel di Kendari, hari ini. Semua Paslon diminta untuk hadir. Semua Paslon juga diminta untuk membersihkan seluruh alat peraga kampanye (APK), karena yang akan menyediakan APK adalah KPU.

Di Kolaka Utara, tiga pasangan calon akan bertarung di Pilkada 2017. Mereka adalah Nur Rahman Umar berpasangan H. Abbas, Bobby Alimuddin Page bersama H. Maksum Ramli serta Anton dan wakilnya Haedirman Sarira. Nama Bobby beserta pasangannya tampil pertama disebutkan lolos maju sebagai calon yang diusung oleh PDIP dengan jumlah enam kursi. Anton juga enam kursi dari PAN dan Golkar. Sementara Nur Rahman sepuluh kursi partai pengusung antara lain Demokrat, PKS, PKB dan Gerindra.

Ketua KPU Asriadi Budiwan mengatakan, agenda selanjutnya adalah penarikan nomor urut. Yang diperbolehkan masuk ruangan saat pengundian hanya 30 orang pendukung dari pasangan calon. Usai penetapan, lanjut Asriadi, bagi yang masih berstatus PNS hanya diberi batas waktu lima hari untuk menyetor surat pernyataan pengunduran diri dan dilengkapi selama 60 hari. Dilanjutkan pengunduran diri secara permanen. Bagi pejabat yang masih menjabat semisal Bobby Alimuddin Page berstatus Wabup Kolut sampai saat ini, harus mengambil cuti sebelum tanggal 28 Oktober. “Semua terkait atribut daerah ditinggalkan,” tegasnya.
Sedangkan anggota DPRD yang jadi juru kampanye harus memperlihatkan bukti izin dari pimpinan dalam hal ini ketua. Sedangkan bagi ketua DPRD yang terlibat hal serupa juga wajib mengajukan permohonan ke DPRD provinsi. Kemarin merupakan batas bagi pihak paslon untuk menyetor dana kampanye ke rekening KPU. Jika tidak, akan didikualifikasi tanpa alasan.

Sementara, KPU Buteng menetapkan dua Paslon yang akan bertarung di Pilkada yakni Abdul Mansyur Amila-Saleh Ganiru (Beramal Saleh) dan Samahuddin-La Ntau (Sama Tau). “Saya rasa semua syarat telah terpenuhi baik syarat pencalonan dan syarat calon Bupati dan wakil Bupati Buteng,” ungkap La Ode Nuriadin, komisioner KPU Buteng.

Begitu pula di Muna Barat, dua Paslon dianggap memenuhi syarat dan lolos sebagai kontestan. Mereka adalah LM Rajiun Tumada-Achmad Lamani dan LM Ihsan Taufik Ridwan-La Nika. Ketua KPU Mubar Al Munardin mengatakan penetapan kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh KPU terhadap dokumen yang diserahkan oleh masing-masing pasangan calon. “Berdasarkan penelitian yang kami lakukan kedua paslon ini telah memenuhi syarat,” ujar Al Munardin.

Sementara, KPU Buton telah menetapkan Samsu Umar Abdu Samiun-La Bakry sebagai pasangan tunggal. Mereka hanya melawan kotak kosong. “Setelah seluruh tahapan pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Buton kita lalui, mulai pendaftaran awal hingga perpanjangan, hanya satu kandidat yang memenuhi syarat. Yaitu pendaftar pertama pasangan Umar-Bakry. Selanjutnya, kita lakukan verifikasi. Hasilnya, baik dari segi adminstrasi maupun verifikasi faktual keabsahan dokumen pencalonan dari Partai Politik, semua memenuhi syarat. Dengan masing-masing Parpol pendukung, PAN delapan kursi, PKB dua kursi, PKS dua kursi, Nasdem dua kursi, Demokrat dua kursi Golkar dua kursi, PBB dua kursi dan PPP satu kursi. Sehingga, sesuai agenda nasional, Senin (24/10) dalam ketentuan tahapan KPU Buton menetapkan satu pasangan calon yaitu, Umar-Bakry,” kata Ketua KPU Buton Alimudin Sikuru saat ditemui usai rapat pleno kemarin.

Di Buton Selatan, rapat pleno penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati juga berjalan lancar. Empat kandidat yang mendaftar di KPU dinyatakan lolos semua. “Untuk di Busel, ada empat pasangan calon bupati dan wakil bupati yang memenuhi syarat. Tiga dari jalur Parpol dan satunya lagi melalui jalur perseorangan atau independen,” ungkap Masrizal Mas’ud, Ketua KPU Buton.

Rasak Pamit di DPRD Kendari
Setelah ditetapkan sebagai calon Wali Kota Kendari, Abdul Rasak akhirnya resmi meletakan jabatannya sebagai wakil rakyat. Dia pun menanggalkan segala atribut sebagai anggota DPRD Kendari dan menyerahkan kendaraan dinas bernopol DT 2 E dan DT 1135 E di DPRD Kota Kendari, kemarin. Penyerahan aset tersebut diterima oleh Sekretaris DPRD Kendari, Hj. Asni Bonea. “Sudah 13 tahun saya di sini. Bukan waktu yang singkat. Banyak dinamika yang terjadi. Namun apapun yang kita lakukan, tetap kompak,” kata Abdul Rasak.

Ia pun berharap, koleganya sesama anggota legislatif tak sungkan meminta saran padanya bila menyangkut tugas sebagai wakil rakyat. “Di DPRD ini banyak saya alami. Kadang dimaki, ada yang menyanjung. Biasa ada yang membuat ketidaknyamanan. Tapi ini semua bagaimana kita menempatkan diri. Kalau saya lama-lama disini, nanti saya menangis,” katanya. Rasak pun berharap, komunikasi serta silaturahmi dengan para politisi itu tidak terputus. (p11/p6/ahi/rus/yaf/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top