Bakal Picu Fitnah, Santri NU Dilarang Demo Ahok – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Bakal Picu Fitnah, Santri NU Dilarang Demo Ahok

kendaripos.fajar.co.id JAKARTA -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada seluruh warganya agar tidak ikut-ikutan mendemo Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. PBNU beralasan hal tersebut bisa memicu fitnah.

kh-said-aqil-siraj_20150806_165735

“Warga NU Tidak boleh demo, apel santri boleh seperti ini. Demo tidak boleh, tidak (ada) keuntungan, hanya rawan jadi fitnah,” ujar Ketum PBNU, Said Aqil Siradj ketika memimpin upacara Peringatan Hari Santri Nasional belum lama ini.

Lebih lanjut, dia menjamin bahwa warga NU tak ada yang terafiliasi dengan gerakan radikalisme seperti yang banyak diisukan hari-hari belakangan ini.

“Saya jamin pesantren NU tidak ada yang radikal. 22 ribu lebih santri NU itu, yang radikal pasti bukan kyai dan santri NU,” tegasnya.Said Aqil juga mengimbau agar warga NU tak mudah terprovokasi dengan radikalisme yang menyebar melalui media sosial.

Sebelumnya sempat viral di akun media sosial youtube, seorang anggota negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia yang mengaku bernama Abu Jandal al Indonesi yang menantang Panglima TNI Moeldoko berserta Polri dan Banser untuk turun ke medan perang.

Kemudian Abu Jandal mengancam akan datang ke Indonesia apabila tantangannya tidak dipenuhi. Dia ingin membuktikan siapa yang paling sakti, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia atau ideologi syariat Islam versi ISIS.

“Saya juga imbau warga NU, tidak melihat, membaca provokasi (radikalisme) di youtube dan google. Seperti Abu jandal yang menantang Moeldoko, Sutarman, dan menantang Banser,” tegas Said Aqil.

Maka itu, Said Agil mengatakan pihaknya sangat mendukung diajukannya Revisi Undang-undang Terorisme yang sempat diajukan oleh mantan Kepala BIN, Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso pasca adanya ledakan bom Sarinah, Jakarta Pusat, Januari lalu.

“Saya dukung revisi teroris segera selesai dengan redaksi mengganggu negara, bukan keamanan. Tapi mengganggu negara,” tandasnya. (Fajar/rmol/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top