Pembahasan RUU Pemilu Ternyata Paling Seksi di DPR – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Politik

Pembahasan RUU Pemilu Ternyata Paling Seksi di DPR

 Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria. Foto: dok jpnn


Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria. Foto: dok jpnn

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan pembahasan RUU Pemilu di DPR diprediksi akan berlangsung seru. Sebab, regulasi tersebut dinilai paling penting dan begitu seksi di parlemen.

Ini disampaikannya dalam diskusi bertajuk “Penataan Sistem Pemilu untuk Menghadirkan Efektifitas Sistem Presidensial” yang diadakan Fraksi Gerindra DPR di kompleks Parlemen, Kamis (20/10/2016).

“UU Pemilu paling seksi dan paling menarik di DPR karena menyangkut anggota DPR, dirinya sendiri. Kami juga di komisi dua sampai hari ini masih diskusi. Apakah harus dibahas pansus atau tidak pansus,” kata Riza pada acara yang dihadiri Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono, peneliti LIPI R Siti Zuhro dan para pemerhati pemilu.

Namun, saat ini DPR masih menunggu datangnya pemerintah membawa draft RUU Pemilu. Menurut Soni, rencananya sore ini Presiden Joko Widodo akan menandatangani amanat presiden (ampres) RUU tersebut.

“Pak menteri (Mendagri Tjahjo Kumolo) janji dari Juli draftnya. Tapi kita optimis karena sudah di meja presiden. Mudah-mudahan tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu, sehingga molor terus,” sindir Riza.

Riza menjelaskan RUU ini menyangkut banyak hal berkaitan dengan konstitusi dan kenegaraan. Dan semua orang berkepentingan terhadap RUU ini. Dari paparan politikus Gerindra itu setidaknya didapat beberapa poin krusial yang akan menjadi pembahasan alot. Antara lain soal parliamentary threshold, sistem terbuka atau tertutup.

“Partai-partai lama, PDIP, Golkar, PKS, PKB, maunya tertutup. Yang diperdebatkan hanya itu saja. Termasuk presidential threshold. Sementara ada putusan MK, pemerintah konsisten tidak,” ujar Riza.

Selain itu mengenai jumlah daerah pemilihan (dapil), jumlah kursi di setiap dapil, hingga aturan untuk mengantisipasi politik uang. Soal yang terakhir, RUU Pemilu dimungkinkan mengakomodasi ketentuan di UU Pilkada berkaitan sanksi diskualifikasi untuk yang terbukti main uang.(fat/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top