Calon Tunggal Tersandung KPK, KPU Buton Minta… – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Calon Tunggal Tersandung KPK, KPU Buton Minta…

kendaripos.fajar.co.id BUTON – Secara mengejutkan calon tunggal kepala daerah Buton, Samsu Umar Abdul Samiun ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apa tindakan KPU Buton?

bupati-buton-umar-samiun-sh1

Tak ingin tergesa-gesa mengambil langkah pembatalan, KPU Buton berencana akan terlebih dulu  meminta fatwa KPU RI untuk sebelum memutuskan langkah yang harus ditempuh.

Ketua KPU Buton, Alimudin mengatakan kendati Umar Samiun telah ditetapkan sebagai tersangka pihaknya tidak serta merta membatalkan atau mengganti calon kepala daerah. Ia tak menampik bahwa peluang Ketua DPW PAN Sultra itu untuk ditetapkan sebagai calon kepala daerah pada 24 Oktober nanti masih terbuka.

Sebelum yang bersangkutan resmi ditahan (berhalangan tetap) atau kasus yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Untuk mendapatkan masukan dan saran dalam waktu dekat sebelum penetapan calon kepala daerah, KPU Buton akan konsultasi ke KPU RI terkait Pilkada Buton. Saya belum bisa mengomentari banyak terkait apa langkah selanjutnya sebelum kami melakukan konsultasi,” ujar Alimudin saat dihubungi, Kamis (20/10) kemarin.

Selain itu, kata Alimuddin, partai politik pengusung Umar Samiun juga belum bisa menarik dukungannya atau mengusulkan nama lain sebagai pengganti Umar Samiun, sebelum kasus yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap. “Jika telah ada putusan inkracht, yang bersangkutan akan kehilangan haknya sebagai calon kepala daerah. Maka, partai pengusung baru boleh mengajukan pengganti,” terangnya.

Dalam regulasi, jelas Alimudin, pergantian dapat dilakukan oleh partai politik apabila bakal calon (balon) yang diusung dalam keadaan meninggal dunia, sakit dan berhalangan tetap. Selain itu, kasus yang menjerat balon telah memiliki keputusan hukum yang bersifat inkracht. “KPU Buton tentunya akan berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait hal ini,” tandasnya. (had/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top