Hati-hati… Tim OTT Pantau Polisi Tukang “86” – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Hati-hati… Tim OTT Pantau Polisi Tukang “86”

ilustrasi

ilustrasi

 

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Program Kapolri, Jenderal Tito Karnavian untuk memberantas praktik pungutan liar (Pungli) di lingkup korps Bhayangkara mulai ditindaklanjuti pihak Polda Sultra. Sebuah Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) dibentuk dan melibatkan personil Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Reserse Kriminal Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Kabidhumas Polda Sultra, AKBP Sunarto menegaskan, sebenarnya sebelum ada instruksi Kapolri, pihaknya sudah melakukan upaya pemberantasan praktik perilaku tidak terpuji tersebut. Bahkan ada tujuh anggota Polantas, yang diketahui melakukan Pungli pada Agustus lalu, kini sedang menjalani proses untuk memertanggungjawabkan perbuatannya. “Pungli sudah dilarang sejak dulu, bukan sekarang. Namun dengan adanya instruksi Kapolri, jajaran Polda Sultra lebih serius lagi dengan membuat tim OTT di internal agar bisa bersih dari praktik suap menyuap,” harapnya.
Sunarto mengingatkan, tugas polisi bukan hanya memberikan pelayanan dengan baik dan nyaman pada masyarakat. Tetapi bagaimana bertugas dengan baik, jujur dan adil serta tidak mempersulit masyarakat saat berurusan. Contohnya ketika pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). “Karena dalam praktik pembuatan SIM, banyak oknum yang memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa waktu lalu Kapolda melakukan Sidak di Polres Konawe untuk melihat pelayanan pada masyarakat. Namun hasilnya nihil, semua pelayanan yang diberikan sudah baik dan memenuhi standar. Jadi jajaran Polda Sultra terus bergerak dan tidak diam dalam memberantas praktik Pungli,” kata Sunarto.
Mantan Kapolres Muna itu juga mengimbau pada seluruh masyarakat agar bekerja sama dengan kepolisian untuk membasmi praktik Pungli di kepolisian. Caranya, tidak memberikan suap atau “86” pada polisi untuk mempermudah pengurusan. “Anggota juga jangan mau menerima suap dari masyarakat yang ingin dipermudah segala urusannya. Karena setiap pengurusan, ada prosedur dan proses yang harus dilewati. Jajaran Polda Sultra terus berusahan melakukan bersih-bersih dari Pungli. Itu sangat merugikan dan membuat citra kepolisian jelek,” tandasnya. (komar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top