Di Kendari Pos, Kabinda Minta Media Jaga Stabilitas – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Di Kendari Pos, Kabinda Minta Media Jaga Stabilitas

Kepala BIN saat bersilaturahin di Kendari Pos, Rabu (19/10).

Kepala BIN saat bersilaturahin di Kendari Pos, Rabu (19/10). Foto: M Syuhada/Kendari Pos

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-–Pilkada di tujuh daerah di Sultra jadi perhatian khusus Badan Intelejen Negara Daerah (BINDA) Sultra. Lembaga itu bahkan sudah melakukan pemetaan mengenai potensi kerawanan yang bisa saja terjadi. Eskalasi dinamis yang sempat terjadi di Pilkada Muna diharapkan tidak merembet, khususnya ke wilayah terdekat. Media diminta turut membantu dalam menjaga stabilitas daerah melalui informasi yang disebarkan ke masyarakat.

“Kita harapkan semua Pilkada berlangsung aman dan lancar. Semoga ketegangan yang sempat terjadi di Muna tidak terjadi di daerah lain,” harap Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sultra, Brigjen TNI Andi Sumangerukka saat bertandang di Kendari Pos, Rabu (19/10). Ia mengaku bahwa BIN Daerah sudah melakukan pemetaan kerawanan terhadap tujuh daerah yang akan menggelar Pilkada tahun ini.

Ia menyebutkan, dari hasil analisis BIN, eskalasi Pilkada di Sultra terbagi dua, ada rawan sedang dan tinggi. Hanya saja ia memilih untuk tidak menyebutkan daerah mana saja yang memenuhi kriteria tersebut. “Tidak bisa menjadi konsumsi masyarakat. Kami hanya selalu berkoordinasi dengan polisi dan TNI sehingga bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Saya selalu road show kepada tokoh agama dan masyarakat. Sehingga bisa bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas,” cetusnya.

Menurutnya, setiap daerah mempunyai titik wilayah yang menjadi pemicu terjadinya konflik. Setiap saat BIN mengidentifikasi, melihat situasi terhadap kagiatan-kegiatan yang bisa mengganggu stabilitas. Ia berharap semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat Pilkada. Bagi dia keamanan suatu daerah tidak ditentukan dengan berapa personel yang bertugas, tapi tergantung dari output informasi.

“Saya sampaikan sesuatu hal yang tidak terjadi dalam rangka cipta kondisi. Informasi bisa diolah menjadi pengetahuan dan kegiatan. Tapi tentunya harapan kita adalah menciptakan daerah yang kondusif. Makanya kami sangat memerlukan bantuan media dalam mengelola informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat,” ujar dia dihadapan Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin, Direktur Kendari Pos Onggi Nebansi, serta seluruh redaktur Kendari Pos yang menyambutnya, kemarin.

Saat ini informasi tidak bisa ditutup-tutupi sebab sudah menjadi kebutuhan dasar. Media adalah partner BIN yang paling strategis dalam menyebarkan informasi. Makanya BIN perlu kerjasama dalam mendeteksi sejak dini soal stabilitas daerah. Peran media sangat strategis. Informasi yang dibuat oleh media sudah menjadi sarapan seluruh masyarakat.

“Dua minggu sekali kita akan bertemu KPU dan Bawaslu membahas soal Pilkada agar bagaimana menciptakan suasana yang kondusif. Nanti kita undang media. Kalau ada hal-hal yang dianggap prioritas maka kami akan dorong ke pimpinan,” kata dia. Saat ini Pemerintahan Jokowi-JK sudah berjalan dua tahun. Sudah ada riak-riak yang timbul dipermukaan. Olehnya itu, media diminta menerbitkan berita soft.

Ia juga menyinggung kelompok radikal kanan yang berusaha mengubah sistem tata negara. 71 tahun Indonesia merdeka, jadi tidak mungkin menegakkan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan perintah undang-undang. Mantan Danrem 143 HO itu menegaskan, kita semua sudah sepakat bernaung dibawah NKRI, jadi tidak boleh lagi ada ideologi lain di negara ini.

Andi Sumangerukka mengakui bahwa, banyak oknum yang mengaku sebagai anggota Badan Inteligen Nasional (BIN), lalu melakukan tindakan melanggar hukum atau untuk memperoleh keuntungan tertentu. Sejatinya anggota BIN pantang membocorkan identitasnya dalam situasi apapun. “Kalau ada orang yang mengaku sebagai anggota BIN, berarti yang bersangkutan bukan anggota BIN. Karena sekalipun ditanya, bila anggota BIN sungguhan, pasti tidak akan pernah mengaku,” tegasnya.

Kata dia, dirinya saja bila ditanya soal identitas lebih sering menghindari pertanyaan seperti itu karena tidak boleh mengaku. Paling hanya tersenyum kepada orang-orang yang bertanya. Ia tidak memungkiri bila ada oknum yang mengaku sebagai BIN untuk mencari keuntungan. Saat ini pihaknya juga sedang menelusuri orang-orang yang menyebut diri bagian dari kesatuan BIN. Kalau ditemukan, pasti akan diserahkan kepada kepolisian untuk diproses.

Sementara itu, Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengatakan Kendari Pos hanya sebuah panggung. Jadi saat Pilkada ini, kata dia bakal calon kepala daerah harus memainkan peran yang bisa menarik perhatian banyak orang. Kendari Pos selalu berupaya menyebarkan berita baik guna menciptakan kondisi yang aman. Tidak membuat opini dalam merilis berita.

Baru-baru ini, Irwan berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). “Ternyata kita tidak boleh menerima dan berfoto dengan sembarang orang. Karena bisa saja foto tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Padahal saya hanya posisikan diri sebagai tuan rumah yang baik dalam menyambut tamu, kalau ada yang berkunjung ke Kendari Pos,” katanya.
Untuk mempertahankan semangat nasionalisme, kata dia nanti akan dibuat banyak kegiatan yang membangkitkan semangat nasionalisme. “Kalau ada saran kepada kami, maka sampaikan. Karena Kendari Pos akan terus berbenah dan menerima masukkan dari siapapun,” katanya (ramadan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top