FANTASTIS! Biaya Pilgub Naik 500 Persen, Tembus Rp 624 Miliar – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

FANTASTIS! Biaya Pilgub Naik 500 Persen, Tembus Rp 624 Miliar

Ketua KPU Sulttra, Hidayatullah

Ketua KPU Sulttra, Hidayatullah

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018 bakal menyedot anggaran yang cukup besar. KPU dan Bawaslu Sultra membutuhkan dana sebesar Rp 624 miliar untuk menyukseskan hajatan demokrasi tersebut. Kebutuhan anggaran Pilgub 2018 jauh berbeda dengan Pilgub 2012 yang hanya membutuhkan Rp 81 miliar.

Besarnya kebutuhan pembiayaan Pilgub 2018 karena sosialisasi dan kampanye calon akan ditanggung oleh KPU. Dari estimasi kebutuhan anggaran Pilgub, KPU Sultra mengajukan anggaran sebesar Rp 464 miliar sementara Bawaslu membutuhkan Rp 160 miliar. Pembahasan estimasi anggaran Pilgub dilaksanakan KPU Sultra, Selasa (18/10). Angka tersebut belum termasuk biaya pengamanan.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengatakan, setelah dilakukan estimasi dan diakumulasi kebutuhan Pilgub 2018, terjadi lonjakan drastis biaya yang akan dibutuhkan, jika dibandingkan pelaksanaan Pilgub 2012 lalu. “Pilgub 2012 hanya menghabiskan Rp 81 miliar. Berarti kenaikannya mencapai 500 persen, bahkan lebih,” ungkap Hidayatullah saat memberikan materi konsultasi publik terkait Anggaran Pilgub Sultra di aula KPU Sultra, Selasa (18/10).

Mantan Ketua KNPI Sultra itu menambahkan, penyusunan dan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilgub Sultra paling lambat harus diteken pada bulan Agustus 2017. Dayat menjelaskan, bertambahnya anggaran Pilgub dipicu bertambahnya jumlah kabupaten yang ada. Dulunya hanya ada 12 kabupaten/kota, kini menjadi 17 kabupaten/kota. Selain itu, lanjutnya, bertambahnya anggaran juga dipengaruhi jumlah pemilih dan beberapa regulasi yang menjadi tanggung jawab KPU, seperti pengadaan alat peraga kampanye. Padahal, pada Pilgub sebelumnya, alat peraga kampanye ditanggung masing-masing oleh pasangan calon.

“Saya juga awalnya tidak percaya anggaran Pilgub Sultra 2018 mencapai Rp 464 miliar (khusus KPU). Olehnya itu, KPU Sultra berinisiatif menyelenggarakan konsultasi publik dengan mengundang Pemprov Sultra, penggiat anti korupsi, partai politik dan LSM yang terlibat sebagai pemantau pemilu serta perwakilan dari media cetak maupun elektronik. Kami akan meminta masukan sekaligus baik kritik maupun saran. Apakah angggaran Pilgub tersebut wajar atau tidak,” terangnya.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo ini mengatakan, meski draf anggaran Pilgub 2018 telah disusun dengan rincian yang lengkap, pihaknya belum menyerahkan secara resmi ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra untuk dibahas kemudian disahkan oleh DPRD Sultra. Kendati belum diserahkan, Dayat mengaku, telah melakukan pertemuan beberapa kali bersama Pemprov Sultra dalam rangka membahas draf anggaran Pilgub 2018 mendatang. “Sekarang drafnya masih kami simpan untuk melihat kemungkinan adanya perubahan. Itu bisa saja terjadi. Kami juga telah membagi pos anggaran. Ada yang dianggarkan melalui APBD 2017, ada yang dianggarkan pada APBD 2018,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, Nasir Andi Baso menuturkan, khusus untuk anggaraan KPU, pihaknya telah mendapatkan laporan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 464 miliar. Sementara usulan dari Bawaslu, lanjutnya, sebesar Rp 160 miliar. “Jika diakumulasikan mencapi Rp 624 miliar. Itu belum termasuk anggaran pengamanan,” ujar Nasir Andi Baso saat ditemui di KPU Sultra, kemarin.

Kendati telah memperoleh informasi estimasi anggaran Pilgub Sultra, Nasir masih enggan mengomentari apakan anggaran yang diusulkan itu dapat diakomodir dalam APBD Sultra atau tidak. Namun, jika dilihat besaran anggaran, pasti membebani APBD Sultra nantinya. Apalagi saat ini APBD Sultra Rp 2,6 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 250 miliar akibat kebijakan pemerintah pusat. “Draf anggarannya kan belum diserahkan. Nanti kalau sudah masuk baru dibahas apakah APBD Sultra mampu mananggung semua itu. Kami belum dapat dipastikan sekarang,” katanya. (hadrian)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top