35 Pendekar Silat Ini Ditelanjangi Polisi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

35 Pendekar Silat Ini Ditelanjangi Polisi

DIANGKUT TRUK: Para pesilat yang membuat onar diamankan anggota kepolisian Mojokerto. Foto: KHUDORI/RADAR MOJOKERTO/JPG

DIANGKUT TRUK: Para pesilat yang membuat onar diamankan anggota kepolisian Mojokerto. Foto: KHUDORI/RADAR MOJOKERTO/JPG

kendaripos.fajar.co.id,MOJOKERTO—Aksi brutal para pemuda yang tergabung dalam Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Desa Pulorejo, Dawarblandong, Mojokerto, Senin malam (17/10) membuat polisi bertindak tegas. Apalagi, para pesilat itu telah berani merusak kendaraan patroli polisi dan rumah warga. Tak kurang dari 35 pesilat yang diamankan polisi.

Mereka digelandang ke Mapolresta Mojokerto setelah polisi menghalau para pendekar silat PSHT yang membuat onar di Pulorejo, Dawarblandong pergi dari kampung tersebut. Saat itu mereka digiring polisi menuju Desa Cinandang, Dawarblandong yang merupakan tempat tinggal sebagai besar anggota PSHT.

Setelah itu, polisi menyisir beberapa lokasi untuk menangkap pelaku perusakan. Hasilnya, petugas mengamankan tidak kurang dari 35 anggota PSHT. Mereka ditangkap saat bersembunyi di balik semak-semak dan kandang ternak milik warga hingga menjelang subuh.

Mereka lantas diminta untuk membuka baju dan dimasukkan ke dalam truk untuk kemudian digelandang ke Mapolres Mojokerto. Petugas juga mengamankan puluhan motor milik anggota PSHT tersebut.

’’Yang kami amankan 35 orang. Semua kami amankan dulu, baik terkait perusakan maupun tidak. Siapa pun yang ada di sana, yang ada kaitannya dengan perusakan, kami amankan untuk kami mintai keterangan,’’ jelas Kapolresta Mojokerto AKBP Nyoman Budiarja.

Berdasar pemeriksaan sementara, kerusakan parah terjadi pada tiga rumah warga, satu poskamling, satu mobil patroli milik Polsek Dawarblandong, serta satu sepeda motor babinsa. Rata-rata yang diamankan adalah simpatisan PSHT dari Mojokerto dan luar daerah. Yakni, Mojokerto (6 orang), Lamongan (23), Bojonegoro (4), Nganjuk (1) dan Jombang (1 orang).

’Status masih kami lalukan lidik dulu, ya. Kami masih kumpulkan bukti karena pembuktian untuk pengeroyokan ini atau pasal yang kami duga 170 KUHP ini kan perlu pembuktian. Kami tidak bisa dalam waktu singkat menyatakan ini tersangka dan ini bukan. Semua kami mintai keterangan,’’ tambahnya.

Untuk mengantisipasi aksi susulan, pihak polresta sudah mengerahkan anggota dan bantuan kekuatan satu kompi korps Brimob Polda Jatim untuk menjaga di wilayah-wilayah perbatasan Mojokerto. Terutama di daerah simpang empat Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Mojokerto. (far/ris/c4/diq)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top