Kasus Percumbuan, Perempuan Hamil Batal Dicambuk – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Aneka

Kasus Percumbuan, Perempuan Hamil Batal Dicambuk

Algojo hukum cambuk. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Algojo hukum cambuk. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

kendaripos.fajar.co.id,BANDA ACEH  – Perempuan muda berinial AA (21) batal dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh.

Pasalnya, terpidana kasus ikhtilath (bercumbu) itu sedang hamil tiga bulan.

Sementara 13 terpidana pelanggar qanun Hukum Jinayat tetap dilakukan.

Eksekusi berupa hukuamn cambuk dilakukan di Masjid Baiturahma, Gampong Keuramat, Banda Aceh.

Hukuman berlangsung aman dan tertib, di bawah pengawalan ketat aparat keamanan dari personil Satpol PP, WH, Polisi dan TNI.

Kepala Seksi Penegakan Peraturan Undang-undang dan Syariat Islam, Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Evendi A Latif

Menurut Kasi Penegekan Hukum dan Perundangan Rundangan WH Kota Banda Aceh, Evendi A Latif, para terpidana ditangkap warga di sejumlah titik.

Termasuk di dalam Ruko Laundry, Jalan Pocut Baren Gampong, Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, sekitar dua bulan yang lalu.

“Mereka warga amankan, di dalam kamar Ruko milik yang dikelola oleh  Harly Dewi, mereka berada bersama pasangan masing-masing,” jelasnya, Senin (17/10).

Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin mengatakan, hukuman cambuk ini bisa menjadi pelajaran, sehingga tidak lagi melakukan pelanggaran syariat Islam.

“Kita bukan hanya menghindari hukum cambuk, tetapi juga menjauhi kemarahan Allah. Oleh karenanya warga Banda Aceh agar patuh dengan hukum Allah,” kata Zainal Arifin.

Para terpidana yang dicambuk berinisial DA (29) dan SWF (30) dicambuk 9 kali.

Kesalahannya, melanggar pasal 23 ayat (1) qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Sementara pelanggar pasal 23 (1) Jo pasal 25 ayat (1) tentang ikhtilath qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat yakni

Sedangkan 12 terpidana lainnya melanggar pasal 23 (1) Jo pasal 25 ayat (1) tentang ikhtilath qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Mereka itu adalah berinisial AS (20), IZ (21), BR (20) dicambuk 22 kali.

Sementara AZ (35), HDJ (30), MA (21), AKS (21), SM (20) dicambuk 23 kali.

Terpidana yang dicambuk 25 kali ZA (27) dan AAH (23) dan MB (20) dicambuk 21 kali. AA (21) hamil 3 bulan batal dicambuk. (ibi/mai/sam/jpnn) 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top