Banyak Tokoh Dilibatkan Cegah Paham Radikal dan Anti Pancasila – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Banyak Tokoh Dilibatkan Cegah Paham Radikal dan Anti Pancasila

Suasana diskusi yang digelar pihak Polres Kendari yang dihadiri sejumlah tokoh, para Muspida serta Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin  FOTO; LM SYUHADA RIDZKY/KENDARI POS

Suasana diskusi yang digelar pihak Polres Kendari yang dihadiri sejumlah tokoh, para Muspida serta Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin
FOTO; LM SYUHADA RIDZKY/KENDARI POS

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI- Jajaran kepolisian resort (Polres) Kendari terus fokus memantau serta mengawasi potensi pergerakan organisasi radikal dan anti Pancasila di wilayah hukumnya. Untuk pelibatan pada masyarakat, Polres Kendari bahkan menggelar Focus Grup Discussion (FGD) terkait persoalan itu, Selasa (18/10). Sejumlah tokoh lintas agama, pemuda, tokoh pendidikan dan Muspida diundang duduk bersama berdiskusi menyamakan pandangan menanggulangi paham radikal agar tak menyebar luas dan memengaruhi pemikiran masyarakat.

Ketua Bidang Riset Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Laode Abdul Wahab yang hadir sebagai narasumber dalam forum diskusi tersebut menjelaskan, dalam melakukan pencegahan paham-paham radikalisme harus melibatkan banyak tokoh. Karena semua punya peran masing-masing, salah satunya tokoh pendidikan. “Harus melakukan filterasi dalam setiap kurikulum yang akan diberikan pada siswa-siswinya ataupun tingkat mahasiswa. Karena para pelaku terorisme tersebut menyelipkan paham radikal melalui kurikulum yang memang tidak nampak, tetapi mempunyai dampak,” ungkapnya.

Laode Abdul Wahab juga menambahkan, Sultra sangat berpotensi terpengaruh menjadi sarang teroris. Sebab wilayah Sultra berbatasan langsung dengan Poso, Sulawesi Tengah yang diketahui sarang kelompok radikal, Santoso.
“Semua mempunyai peran dalam pencegahan atau meniadakan paham radikal. Contohnya masyarakat yang memiliki kos-kosan. Karena tempat tinggal para gembong teroris adalah kamar kontrakan. Karena itujangan sampai komunikasi yang kurang dan tidak tahu aktifitas penyewa kos dapat berdampak besar pada warga sekitar,” imbaunya dalam acara yang dihadiri sejumlah Muspida, termasuk Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin.

Kapolres Kendari, AKBP Sigid Hariyadi saat ditemui usai FGD itu mengatakan, kegiatan yang digelar tersebut adalah tindak lanjut program Kapolri yaitu Quick Win. Salah satu fokusnya adalah penanggulangan terorisme. “Kegiatan ini bukan hanya hari ini saja kami lakukan. Sebelumnya telah kami gelar sebulan lalu, dan hari ini masih rangkaiannya. Kami telah melakukan sosialisasi juga di tiap kelurahan pada wilayah hukum Polres Kendari. Tujuannya untuk menghilangkan dan mencegah paham yang dapat membuat kenyamanan dan keamanan masyarakat terganggu,” jelas Kapolres. (komar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top