Pengakuan Marc Marquez soal Repsol Honda Buat Haru – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Pengakuan Marc Marquez soal Repsol Honda Buat Haru

Marc Marquez (depan), saat diburu Jorge Lorenzo (tengah) dan Valentino Rossi di Twin Ring Motegi. Foto: AFP

Marc Marquez (depan), saat diburu Jorge Lorenzo (tengah) dan Valentino Rossi di Twin Ring Motegi. Foto: AFP

kendaripos.fajar.co.id,MOTEGI – Jorge Lorenzo, juara MotoGP 2015 harus merelakan mahkota paling bergengsi di arena kebut-kebutan balap motor kepada Marc Marquez tahun ini.

Usai terjatuh dan gagal membendung Marquez dalam MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi, Minggu (16/10), Lorenzo mengaku bahwa Marquez sangat konsisten.

“Dia sangat pantas menerima gelar juara dunia musim ini. Perjuangannya, kerja kerasnya, dia melakukannya,” kata Lorenzo di laman MotoGP.

Ya, musim yang luar biasa buat Marquez. Si Alien! Rider Repsol Honda berusia 23 tahun ini juara di musim yang sulit.

Pergantian penggunaan ban dan aturan, plus ketatnya persaingan yang ditandai dengan munculnya banyak pembalap yang berhasil juara seri. Semua dilalui Marquez.

Banyak yang bilang, tanpa Marquez, Repsol Honda musim ini bukan apa-apa. Namun Marquez justru menyiratkan sebaliknya.

“Kami (tim) memulai musim ini dengan sulit, paling sulit. Saya masih ingat ketika pra-musim. Ooh itu paling sulit sepanjang karier saya,” kata Marquez di laman Crash.

Masuknya Michelin sebagai pemasok ban MotoGP mulai tahun ini, aturan baru untuk spec, membuat RCV tunggangan tim Respol Honda harus cepat bertransisi.

Marquez mengenang saat dia dan awak tim, khususnya para engineers, berdiskusi dan berdebat panjang.

“Langkah demi langkah kami jalani. Saya ingat, saya pernah mengatakan kepada para mekanik, ‘Saya percaya kepada Anda, saya akan mengubah mentalitas saya di balapan paruh pertama musim, di setengah musim berikutnya, saya benar-benar butuh bantuan Anda’,” ujar Marquez.

Marquez mengaku sangat bahagia, timnya memberikan apa yang dia harapkan di setengah musim terakhir ini.

“Mereka melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa. Saya bahagia dan terharu. Akselerasi motor meningkat, kompetitif. Saya merasa sangat nyaman. Jangan pernah Anda menganggap kami menjadi juara saat masih tersisa tiga seri lagi, adalah sesuatu yang mudah. Ini benar-benar sangat sulit,” tandas Marquez.

Si Alien kemudian mengungkap bahwa dia sempat panik usai hanya finis di posisi ke-13 di seri kelima, MotoGP Prancis (Le Mans).

“Setelah menang di Argentina dan Texas (seri kedua dan ketiga), tiba-tiba saya kehilangan posisi memimpin kejuaraan karena melakukan kesalahan di Le Mans. Saya sempat panik. Namun tim berusaha membuat saya tenang. Saya juga berusaha menenangkan diri. Oke, kami harus tetap tenang,” tutur Marquez.

Dalam race di Motegi, Minggu (16/10) kemarin, Marquez mengaku tak pernah membayangkan akan memastikan gelar juara di kandang timnya. Apalagi melihat duo Movistar Yamaha, Lorenzo dan apalagi Valentino Rossi tampil galak saat free practice.

“Ya, saya tidak bermimpi bisa memastikan juara di sini. Namun ketika tim mengatakan Rossi out, lalu Lorenzo juga, saya mencoba tenang dan mengendalikan irama. Ini (juara) terjadi sekarang,” tandas Marquez. (adk/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top