Maha Vajiralongkorn, Putra Mahkota Thailand yang Tak Disenangi Rakyat – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Internasional

Maha Vajiralongkorn, Putra Mahkota Thailand yang Tak Disenangi Rakyat

EKSENTRIK: Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, 64, di Bandara Muenchen, Jerman, awal tahun ini. Foto: Leser Reporter/Bild

EKSENTRIK: Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, 64, di Bandara Muenchen, Jerman, awal tahun ini. Foto: Leser Reporter/Bild

kendaripos.fajar.co.idPlay Boy. Eksentrik. Kerap berulah. Warga Thailand sudah telanjur melabeli Maha Vajiralongkorn, putra mahkota Ne­geri Gajah Putih itu, dengan tabiat-tabiat tersebut. Anak lelaki satu-satunya dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej itu juga bu­kan sosok yang dicintai rakyat.

Pada hari kematian ayahnya, Vajiralongkorn sudah membuat keputusan yang mengagetkan . Dia menunda deklarasi dirinya sebagai raja. Padahal, berdasar tradisi, jika raja meninggal, penggantinya diumumkan pada hari yang sama. Situasi itu membuat ketidak­pastian politik berlarut dan bisa menempatkan The Land of Smiles dalam kondisi buruk.

”Beliau meminta waktu untuk menyiapkan berbagai proses hukum yang berkaitan dengan pengangkatan dirinya ke takhta ke­rajaan,” ungkap Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha Kamis lalu (13/10). ”Mari kita menunggu saat yang tepat,” sambungnya.

Vajiralongkorn adalah anak kedua serta putra satu-satunya Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit. Pada usia 20 tahun, dia sudah dinobatkan sebagai ahli waris takhta. Persiapan dirinya menjadi ahli waris takhta dilakukan sejak usianya belasan tahun. Misalnya belajar di Inggris dan Sydney, Australia, untuk persiapan masuk ke Royal Military College di Duntroon, Canberra, Australia.

Ratu Sirikit menikahkan Vajiralongkorn dengan Soamsawali Kitiyakara yang masih bertalian darah sepupu pada 1977. Namun, perjodohan tersebut tidak berlangsung lama. Vajiralongkorn sangat nakal. Hanya sembilan bulan setelah kelahiran putrinya, dia memiliki putra dari kekasihnya, Yuvadhida Polpraserth. Bersama Yuvadhida, dia memiliki lima anak. Semuanya lahir di luar nikah. Perselingkuhan itu membuat rakyat Thailand tidak menghormatinya.

Putri Sirikit sudah lama menyadari tabiat putranya. ”Putra saya sedikit seperti Don Juan. Dia siswa yang baik. Lelaki yang baik. Tapi, perempuan menganggapnya menarik. Dia bahkan menganggap perempuan jauh lebih menarik,” ujar Putri Sirikit saat mengunjungi AS pada 1982.

Vajiralongkorn akhirnya bercerai dengan Soamsawali pada 1991. Baru pada Februari 1994, dia menikahi Yuvadhida. Pernikahan yang hanya bertahan selama dua tahun tersebut tidak direstui Ratu Sirikit.

Vajiralongkorn lantas menikah lagi pada Februari 2001 dengan Srirasmi Suwadee dan dikaruniai satu putra.

Pada 2007 dia menjadi perbincangan di dunia internasional gara-gara videonya bocor. Dalam video tersebut, pangeran merayakan ulang tahun anjing pudel kesayangannya yang bernama Foo Foo dengan Srirasmi pada 2005. Yang bikin heboh, Srirasmi saat itu hanya mengenakan G-string. Dia juga makan di lantai layaknya anjing.

”Di masyarakat yang menjunjung tinggi pentingnya takhta dan mayoritas menganggap kerajaan sebagai kekuatan untuk melestarikan nilai-nilai dan budaya Thailand, pangeran dipandang tidak layak untuk tugas-tugas kerajaan,” tulis Strategic Forecasting Inc dalam sebuah analisis pada 2015.

Awal tahun ini, putra mahkota yang lebih sering tinggal di Munich, Jerman, tersebut kembali menjadi pemberitaan. Dia tertangkap kamera me­ngenakan celana jins di bawah pinggang dengan tank top yang hanya menutup dadanya serta tato temporer di punggungnya.

Putra mahkota memiliki hubungan cukup dekat dengan mantan PM Thaksin Shinawatra. Saat Thaksin menjadi PM pada 2001, dia menghadiahi Vajiralongkorn sebuah mobil mewah. Banyak yang takut jika nanti Vajiralongkorn bakal mengadopsi kebijakan-kebijakan Thaksin. Bahkan, dia bisa saja memaafkan Thaksin dan membiarkannya kembali ke Thailand.

”Tidak seperti Raja Bhumibol yang sangat dihormati, Vajiralongkorn tidak disukai oleh penduduk pada umumnya dan dibenci orang-orang yang mengenal dirinya,” tulis pakar politik Jonathan Manthorpe. ”Kerajaan dan loyalis yang berada di kelas elit takut jika Vajiralongkorn bertakhta, dia akan memicu periode pergolakan revolusioner dan bisa merusak struktur masyarakat Thailand,” tambahnya.

Meski demikian, junta militer yang kini berkuasa mendukung Vajiralongkorn sebagai ahli waris takhta. Mereka berkampanye untuk meningkatkan popularitas sang putra mahkota. Tujuannya tentu agar junta mendapatkan kekuasaan besar saat Vajiralongkorn menjadi raja.

Junta militer memang punya kepentingan besar . Sebab, dalam konstitusi sementara setelah kudeta militer yang melengserkan PM Yingluck Shinawatra pada 2014, raja memiliki kewenangan menentukan perdana menteri.

Kemampuan Vajiralongkorn juga akan diuji karena Thailand memiliki sejarah kudeta berdarah yang cukup panjang. Selama ini Raja Bhumibol selalu berhasil menjadi penengah. (AP/Guar-dian/CNN/Sha/c7/sof/na) 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top