Tegas Menegakkan Hukum, Santun Melayani Masyarakat – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Wawancara

Tegas Menegakkan Hukum, Santun Melayani Masyarakat

AKBP Hendrik Widyana Kapolres Konawe Selatan

AKBP Hendrik Widyana
Kapolres Konawe Selatan

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI—Masyarakat Kabupaten Konawe Selatan patut bersyukur memiliki Kapolres sekelas AKBP Hendrik Widyana. Berkat kemampuan leadershipnya (kepemimpinan) yang mumpuni sehingga tindak kejahatan di otorita Surunuddin Dangga bisa diminimalisir. Belum genap dua tahun dia menjabat, berbagai kasus berhasil diungkap. Mulai kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kasus korupsi, narkoba hingga kecelakaan lalulintas (lakalantas) berhasil direduksi.

Keberhasilan itu tidak lepas dari ketegasan Kapolres dalam menindak para pelanggar hukum. Termasuk kemampuannya membangun komunikasi dengan masyarakat juga menjadi salah satu faktor. Nah, seperti apa kiprahnya selama menahkodai Polres Konsel? Berikut petikan wawancaranya dengan tim dari Kendari Pos.

Banyak yang menilai Polres Konsel sukses mereduksi berbagai tindak kejahatan. Bisa dijelaskan, strategi apa yang Anda gunakan?

Kalau ada yang punya penilaian seperti itu, Alhamdulillah. Pastinya, kami hanya melaksanakan tugas sesuai aturan berlaku. Memang dalam beberapa bulan terakhir kami intens turun lapangan untuk melawan berbagai tindak kriminal yang selama ini meresahkan masyarakat. Hasilnya sudah terlihat. Kini, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran narkoba hingga kecelakaan lalulintas (lakalantas) bisa dikurangi. Soal strategi, saya pikir tidak ada yang istimewa. Cukup konsisten dan tegas dalam menegakkan hukum serta intens melakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat. Saya yakin kalau aparat santun dalam mengedukasi masyarakat, lambat laun mereka akan taat hukum.

Menurut Anda kejahatan/pelanggaran apa yang menjadi perhatian serius Polres Konsel saat ini?

Tentu banyak hal. Hanya saja kami fokus pada tugas utama, yakni menjaga ketertiban dan keamanan serta mengayomi masyarakat. Sebagai daerah transit, Konsel tentu rentan dengan peredaran narkoba, curanmor hingga lakalantas. Soal narkoba, sejauh ini sudah ada beberapa kasus berhasi diungkap. Kasus curanmor juga berhasil direduksi, termasuk lakalantas. Sebagai indikator, saat musim mudik lebaran Juli lalu, hanya ada satu kasus lakalantas. Jumlah ini menurun drastis dari tahun sebelumnya. Meski berbagai tindak kejahatan mulai berkurang namun kami tetap siaga.

Bagaimana dengan kasus korupsi?

Nah, soal pengungkapan kasus korupsi, Polres Konsel masuk urutan kedua terbanyak setelah Polda Sultra. Target yang diberikan sebenarnya hanya satu kasus saja, tapi kami mampu mengungkap dua kasus. Yakni kasus PNPM di Moramo dan Sertifikasi Guru. Kami bersyukur karena mendapat apresiasi dari Polda.

Selama hampir dua tahun menjabat, apa tantangan terberat yang Anda rasakan?

Mungkin terkait pengamanan Pilkada serentak 2015 lalu. Sebab pengalaman Pilkada sebelumnya, Konsel termasuk daerah paling rawan. Indikatornya karena pernah melakukan pemilihan ulang. Namun dengan komitmen serta kerjasama yang baik dengan TNI dan masyarakat, semua bisa berjalan dengan lancar. Hal ini paling berkesan karena mulai tahap pencoblosan dan hasil penetapan semua berjalan lancar, aman, tertib dan tidak ada gejolak berarti.

Secara internal, perbaikan apa yang sudah Anda lakukan?

Hal paling utama tentu terus menjalin komunikasi dan kekompakan dengan seluruh anggota. Kemudian memastikan semua kebutuhan kantor dan perlengkapan terpenuhi. Kedepan, saya juga berniat berniat menata perkantoran Mako Polres agar lebih indah. Saya ingin Polres Konsel punya lingkungan yang indah dan rapi.

Kabarnya Anda juga sedang membangun Rusunawa untuk personil Polres Konsel?

Itu memang benar. Membangun rusunawa tiga lantai memang salah satu terobosan baru. Kami sudah usulkan di Polda dan dilanjutkan ke Mabes Polri, alhamdulillah disetujui. Kini pembangunannya sementara berjalan.

Apa yang berbeda, antara tugas di Konsel dan daerah lain?

Saya rasa tidak ada yang menonjol perbedaannya. Mungkin hanya soal kultur (budaya,red) masyarakatnya saja. Seperti ketika saya masih tugas di Lombok, kondisi masyarakatnya sedikit lebih keras. Beda di Sultra, khususnya Konsel, meski heterogen namun toleransinya sangat tinggi. Kondisi ini membuat bisa dengan mudah koordinasi dengan masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

Apa harapan Anda kedepan terhadap masyarakat Konsel?
Saya pikir kami hanya fokus pada tugas untuk menjaga kamtibmas. Untuk itu, minta dukungan masyarakat dan semua pihak supaya daerah ini selalu dalam kondisi aman. Saya yakin kalau daerah aman, maka ekonomi masyarakat juga bisa lebih baik. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top