Memalukan, Ibu Ketua Pengadilan Agama Mesum di Hotel Melati, Digerebek Wali Kota – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Memalukan, Ibu Ketua Pengadilan Agama Mesum di Hotel Melati, Digerebek Wali Kota

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmartias sempat menginterogasi Ketua Pengadilan Agama yang diamankan dari salah satu hotel melati di Kota Bukittinggi. Foto: posmetropadang/jpg

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmartias sempat menginterogasi Ketua Pengadilan Agama yang diamankan dari salah satu hotel melati di Kota Bukittinggi. Foto: posmetropadang/jpg

kendaripos.fajar.co.id,PADANGPANJANG – Ini benar-benar memalukan sekali. Seorang hakim Pengadilan Agama (PA) digerebek lagi mesum dengan selingkuhannya di sebuah hotel melati di Kota Bukittinggi, Sumbar, Sabtu (9/10) malam.

Parahnya, ibu hakim berinisial ED, 49, yang baru menjabat Ketua Pengadilan Agama Padangpangjang ini digerebek langsung oleh Wali Kota Bukittingi, Ramlan Nurmatias.

Seperti diberitakan Posmetro Padang (Jawa Pos Group) Rabu (12/10), saat digerebek bu hakim tak bisa mengelak, kendatipun teman prianya yang berinisial E masih berusaha untuk bersandiwara.

Akibat perbuatannya, kini bu hakim ini berurusan dengan Tim Khusus Pengadilan Tinggi Agama di Kota Padang. ED diketahui kelahiran 6 Juli 1967 dan menyelesaikan studi S1 di IAIN. Wanita ini mengaku sudah memiliki tiga anak.

”Dari keterangan ED, ia membenarkan telah diamankan petugas Satpol PP Bukittinggi. Saat itu, ED kebetulan berada di Kota Bukittinggi melaksanakan tugas dan menemui laki-laki yang menurut pengakuannya juga memiliki hubungan keluarga dengan suaminya,” sebut Syamsoedarman, Ketua PWI Padangpanjang.

Syamsoedarman mengetahui kebenaran itu lantaran diperbolehkan mengikuti proses pemeriksaan bersama Tim khusus PTA Padang.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Bukittinggi Syafnir mengungkapkan, oknum ketua PA Padangpanjang dan pasangannya sudah didenda Rp 2 juta. Atau Rp 1 juta per orang, sesuai Perda Ketentraman dan Ketertiban Umum No.3 tahun 2015.

”Hj ED yang terjaring razia SK4 Bukittinggi dan Satpol PP Sumbar langsung dipulangkan malam itu usai ditangkap. Sesuai Perda Bukittinggi, yang bersangkutan diwajibkan datang kembali untuk menyelesaikan permasalahan.”

“Keduanya terbukti merupakan pasangan selingkuh, dikenakan biaya pelaksanaan penegakan perda (denda paksa) sebesar Rp 1 juta atau disidangkan ke pengadilan kasus Tipiring,” tutur Syafnir.

Menurut Syafnir, Senin, utusan dari PA Padangpanjang datang ke Satpol PP dan langsung membayar untuk dua orang, yakni ED dan teman prianya, E. (a/iil/ray/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top