Kakanwil Kementrian Agama: Banyak Aliran Sesat di Sultra, Pengikutnya Juga Banyak – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Kakanwil Kementrian Agama: Banyak Aliran Sesat di Sultra, Pengikutnya Juga Banyak

Rakor Pemkot dab Kementrian Agama, Rabu (12/10).

Rakor Pemkot dab Kementrian Agama, Rabu (12/10).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Kementerian Agama Sultra bersama Pemkot Kendari menggelar rapat koordinasi pembinaan aliran dan paham keagamaan, Rabu(12/10). Pertemuan itu digelar untuk menyatukan strategi mencegah masyarakat serta membina mereka yang pernah bergabung dengan paham radikal.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, Moh. Ali Irfan mengatakan di daerah ini sudah banyak aliran sesat dengan jumlah pengikut cukup besar. “Kita sudah identifikasi, tapi tidak bisa disebutkan apa dan berapa karena itu sangat sensitif,” katanya, kemarin.

Yang bisa dilakukan pemerintah kata dia hanya membentengi masyarakat agar tidak mudah bergabung dengan kelompok radikal itu. Menurut Ali Irfan, banyak faktor yang membuat paham radikal itu bertumbuh subur di masyarakat. “Tokoh agama saat ini banyak yang tak netral lagi, sudah mengedepankan kepentingan politik juga. Ini bahaya menurut saya,” katanya.

Kakanwil juga mengkritisi kinerja kepolisian khususnya dalam urusan pengawasan terhadap aktivitas aliran sesat itu. “Tertangkapnya Dimas Kanjeng itu karena ada tokoh-tokoh besar yang jadi korban. Padahal praktik seperti itu banyak. Hanya polisinya saja yang masih kerja parsial,” lanjutnya.

Dia membantah jika pertemuan itu digelar sebagai reaksi mendadak dari pembubaran pertemuan Kelompok Syiah di Kota Kendari, awal pekan ini. “Soal Syiah akan kita bahas terpisah, Rakor ini sudah terjadwal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, H. Musadar Mappasomba menuturkan ada tiga pendekatan untuk merubah paham seseorang. Pertama memberikan ilmu, pengalaman baru dan rekonstruksi tata nilai yang dipahami. “Kalau itu dilakukan maka pasti akan terjadi perubahan presepsi, sehingga bisa kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Karena itu, akademisi UHO ini mengajak seluruh tokoh agama meningkatkan koordinasi dengan masyarakat untuk menjaga mereka dari masuknya paham radikal. Senada dengan itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kendari, Ridwansyah Taridala juga mengimbau Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat meningkatkan partisipasinya. (elyn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top