Blangko e-KTP Habis, November Baru Normal – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Blangko e-KTP Habis, November Baru Normal

ilustrasi

ilustrasi

 

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Target realisasi pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) mengalami kendala. Keterbatasan blangko plus mesin cetak rusak masih belum teratasi. Pemda pun tidak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, proses pengadaan blangko menjadi domain Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara untuk mesin cetak menjadi tanggungan Pemda. Hanya saja perbaikannya harus melibatkan tenaga ahli dari pemerintah pusat.

Kabag Kependudukan Biro Administrasi Pemerintahan Setprov Sultra, Muhammad Fadhlan mengaku telah mengonsultasikan hal ini. Hanya saja, Pemda diminta untuk menunggu. Pastinya, pusat berjanji segera mengatasi kendala di daerah. Untuk persoalan keterbatasan blangko, prosesnya masih tahap pengadaan. Pemangkasan anggaran yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sempat membuat nomenklatur anggaran blangko terhambat. Namun karena banyak keluhan, pemerintah tetap menganggarkan item ini.

“Namun diperkirakan, November ini sudah mulai normal kembali. Sebab pada awal bulan depan, tahap lelang pengadaannya sudah bisa dirampungkan. Dengan begitu, permintaan blangko di daerah bisa disalurkan. Sementara mesin cetak e-KTP yang rusak, pusat akan segera menurunkan timnya,” kata mantan Kasubag Protokoler saat ditemui, Kamis (13/10).

Meskipun masih ada kendala, ia meminta warga tetap mengurus data kependudukan. Sebab data itu tetap menjadi basis rujukan pemerintah. Mulai dari pemberian bantuan sosial, pemberdayaan, data pemilih hingga data administrasi lainnya. Bagi mereka yang belum terdaftar, secara otomatis tak akan diakomodir. Perpanjangan masa pembuatan e-KTP ini, hanya sebatas memberi kesempatan bagi masyarakat agar tak kehilangan status kependudukannya.

Berdasarkan hasil pemantauan kata alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini, antusias warga mengurus KTP menurun drastis pasca pemerintah melakukan masa perpanjangan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kendari, namun pada seluruh daerah di Sultra. Bila sebelumnya, dalam sehari warga yang mengurus KTP mencapai ratusan, namun kini, tinggal puluhan saja. Kendati Kemendagri telah mengumumkan perpajangan, daerah belum menerima surat resmi. Makanya, Pemda tidak mengetahui batas waktu perpanjangannya.
“Saya hanya ingin mengingatkan. KTP bukan sekadar identitas kependudukan. Kartu ini banyak manfaatnya. Contohnya, kalau sakit, mereka bisa mendapat bantuan kesehatan dari Pemda. Sebab datanya ada. Begitupun bila ada bantuan lain seperti Raskin, Program Keluarga Harapan (PKH). Tapi jika datanya tidak ada, Pemda tidak memiliki dasar memberikan bantuan. Tahun ini, memang masih dilakukan pengecualian. Tapi tahun 2017, semuanya merujuk pada e-KTP. Makanya, saya minta agar tidak ditunda-tunda,” katanya mengingatkan. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top