Jessica: Kenyataan Hidup Saya Mengerikan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Jessica: Kenyataan Hidup Saya Mengerikan

kendaripos.fajar.co.id JAKARTA — Jessica Kumala Wongso merasa diperlakukan seperti sampah setelah dituduh membunuh Wayan Mirna Salihin, yang tak lain sahabatnya sendiri.

143407_44435_jessica_kumala_wongso_pledoi_d

Dia mengaku paham bahwa banyak pihak yang merasa kehilangan Wayan Mirna Salihin, termasuk dirinya.

Yang disesalkan, dia justru yang harus menerima kenyataan dituduh membunuh Mirna.

“Seharusnya tidak memperlakukan saya seperti sampah. Saya mengerti kesedihan mereka. Tapi saya juga kehilangan, tapi saya dituduh membunuh Mirna,” ujar Jessica membacakan nota pembelaan di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/10).

Dia mengatakan, tidak hanya dirinya yang merasakan akibat dari tuduhan itu. Keluarganya juga dipojokkan. “Kami dibuat sangat menderita,” katanya.

Jessica merasa sangat sedih dan tertekan. Dalam waktu cukup lama, ia tidak bisa membela diri dan harus menerima kenyataan dituduh melakukan perbuatan yang tidak dilakukan.

“Kenyataan hidup saya mengerikan. Saya merasa tertindas,” lirih jebolan Billy Blue College, Australia, itu.

Sambil menangis, Jessica menyatakan saat di rumah duka sudah dituduh keluarga Mirna sebagai pembunuh. Tak lama setelah itu polisi pun mulai berdatangan ke rumahnya.

Bahkan, saat di rumahnya terjadi perselisihan paham antara polisi dengan keluarganya. Jessica pun harus tampil di media dan dicemooh.

Bahkan, saat ditangkap di hotel, Jessica mengaku dituduh akan melarikan diri. Padahal, ia mengaku harus berada di hotel untuk menenangkan diri.

“Saya menenangkan diri karena di rumah tidak mendapatkannya. Membeli makanan pun sulit,” kata dia.

Saat hari penangkapan itu, kata Jessica, tekanan dari kepolisian semakin kuat. Menurut Jess, polisi memaksanya mengaku membunuh Mirna dengan alasan sudah terlihat di rekaman CCTV.

“Siapa pun dan  apa pun tidak bisa membuat saya mengakui perbuatan yang tidak  pernah saya lakukan,” tegas Jessica.

Selama membacakan pledoi, Jessica terlihat emosional. Suaranya parau. Dia menangis tersedu-sedu. Bahkan, beberapa kali harus berhenti karena tidak bisa menahan tangis. (boy/jpnn) 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top