WASPADA! Curah Hujan Tinggi dan Badai Mengintai Sultra – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

WASPADA! Curah Hujan Tinggi dan Badai Mengintai Sultra

Iluslastri cuaca buruk akibat Lanina

Iluslastri cuaca buruk

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Musim hujan baru permulaan. Namun, bencana sudah terjadi di banyak daerah. Pemerintah dan warga dituntut ekstrawaspada untuk mencegah korban jiwa dan material akibat bencana yang dipicu curah hujan tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yunus Subagyo Swarinoto menegaskan, saat ini masyarakat memang harus berhati-hati terkait banjir dan longsor. Pasalnya, dalam dua tiga hari ke depan, terdapat 14 provinsi yang diramalkan mendapatkan curah hujan tinggi disertai badai.

Antara lain Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan seluruh wilayah Jawa. “Kami sudah memberi tahu semua pemangku kepentingan soal kemungkinan banjir dan longsor,” ujarnya.

Terpisah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mengirimkan jembatan darurat (bailey) ke lokasi Jembatan Ciputrapinggan di wilayah Kabupaten Pangandaran dan Jembatan Ketapang di wilayah Kabupaten Banjar.

“Kami langsung memobilisasi jembatan darurat, sekarang sudah di jalan. Kami harap dua hari ke depan sudah bisa normal lagi,” ucap Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto kemarin. Selaras dengan itu, Arie mengaku bakal menyiapkan desain jembatan (baru) supaya sesuai dengan kondisi sungai saat ini.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Bambang Hartadi mengatakan, penanganan selanjutnya akan dilaksanakan setelah proses identifikasi di lapangan. Untuk longsor di ruas batas Jawa Barat-Karangpucung, jelas dia, jalan sudah bisa dilalui dengan lancar. Petugas Ditjen Bina Marga sudah melakukan tindakan pembersihan longsoran dengan alat berat, yaitu 2 unit ekskavator, 1 unit loader, dan 9 unit dump truck.

“Untuk antisipasi jika terjadi longsor lagi, kami stand by-kan di lapangan 1 unit ekskavator dan 1 unit loader beserta beberapa petugas lapangan.” (bil/c9/ang)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top