Awas…. Hujan Deras dan Angin Kencang Masih Mengintai Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Awas…. Hujan Deras dan Angin Kencang Masih Mengintai Sultra

kendaripos.fajar.co.id. KENDARI– Gangguan shaerline yang memicu hujan deras disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga tanggal 12 Oktober. Sirkulasi siklonik yang terjadi di sebelah utara Papua mengakibatkan tekanan udara rendah. Kondisi muka yang menghangat memicu pertumbuhan awan-awan hujan.

images-21

Massa udara basah akan tertarik menimbulkan adanya konvergensi. Di sisi lain, meningkatnya curah hujan dipengaruhi siklon tropis chaba. Hingga kini, badai tropis ini masih terpantau. Hanya saja, ukuran mulai mengecil.

“Bila melihat kondisi atmosfir, sebagian besar wilayah Sultra berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Hanya saja, hujan yang mengguyur tidak secara merata atau hanya pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang sore dan malam hari. Untuk itulah, masyarakat diimbau waspada terhadap dampak yang ditimbulkan,” kata Aris Yunatas, Kasie Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Senin (10/10).

Berdasarkan pantuan citra satelit kata prakirawan cuaca ini, enam daerah yang diprediksi terkena imbas ganguan shaerline. Yakni, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe, Kendari, Kolaka dan Bombana. Hanya saja, bukan berarti daerah lain tidak diguyur hujan. Di wilayah lain hujan tetap berpotensi apalagi siklon tropis masih terjadi. Bukan hanya itu, adanya konvergensi di Kalimatan bagian Selatan dan perairan timur Philipina, mengakibatkan kelembaban udara relatif tinggi.

“Situasi ini mendukung proses pertumbuhan awan hujan. Makanya, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah regional Sulawesi termasuk Sultra berpotensi diguyur hujan lebat. Cuaca tak bersahabat seperti ini bisa menimbulkan bencana banjir, tanah longor, angin kencang hingga pohon tumbang,” kata pria yang akrab dengan awak media ini.

Low Presure Area (LPA) yang terjadi di perairan Indonesia katanya, akan mengganggu layanan transportasi laut. Angin yang bertiup dari arah Tenggara sampai Barat bisa mencapai kecepatan hingga 37 kilometer perjam. Akibatnya, gelombang di sejumlah perairan Sultra mengalami peningkatan. Perairan di sebelah Timur Sulawesi (perairan menuju Buton Utara (Butur), Wakatobi dan menujui Manui berpotensi cukup tinggi antara 2,5 sampai 4 meter.

“Bagi masyarakat yang memperoleh informasi terkini, bisa membuka layanan informasi cuaca 24 jam penuh. Bukan hanya melalui situs resmi BMKG, maupun layanan call centernya. Bagi penguna dan operator jasa transportasi, nelayan, masyarakat yang berlibur di wilayah pesisir untuk waspada,” himbaunya. (c/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top