Massa Dukung Nur Alam Terus Kawal Sidang Praperadilan di PN Jakarta – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Massa Dukung Nur Alam Terus Kawal Sidang Praperadilan di PN Jakarta

Aksi massa mendukung Nur Alam di sidang praperadilan di PN Jaksel, Senin (10/10)

Aksi massa mendukung Nur Alam di sidang praperadilan di PN Jaksel, Senin (10/10)

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Aksi massa terus mewarnai sidang praperadilan Gubernur Sultra, H Nur Alam SE terhadap Komisi Pemberantasan Komisi (KPK). Senin (10/10) misalnya, ratusan orang kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), tempat berlangsungnya sidang praperadilan terkait penetapan Nur Alam sebagai tersangka oleh KPK.

Karuan aksi yang dilakukan di depan pengadilan hingga di Jalan Ampera oleh massa yang mengatasnamakan aliansi Sulawesi Tenggara Menggugat (SULAM)-KPK itu cukup mengganggu kelancaran lalulintas.  

aksi massa mendukung Nur Alam di sidang praperadilan di PN Jaksel.

aksi massa mendukung Nur Alam di sidang praperadilan di PN Jaksel.

Saat berjalannya aksi Koordinator Llapangan SULAM-KPK, Ikram Palesa, mengungkap bahwa  tuduhan yang disangkakan kepada Nur Alam terlalu dipaksakan. Sebab, kasus itu sebenarnya telah dituntaskan oleh dua lembaga penegak hukum yakni, PTUN hingga Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung.

“Penetapan Gubernur Nur Alam sebagai tersangka terkesan terburu-buru dan merupakan fitnah,” kata Ikram Palesa dalam orasinya.

Ikram Palesa menegaskan, langkah KPK menetapkan Gubernur Nur Alam sebagai tersangka adalah kekeliruan. Olehnya, SULAM-KPK berharap agar Hakim PN Jaksel, yang menyidangkan kasus dimaksud agar mengabulkan permohonan Gubernur Nur Alam.

Aksi massa dukungan terhadap Nur Alam ini telah berlangsung di PN Jaksel sejak kasus tersebut disidangkan di PN Jaksel, Selasa (4/10). Bahkan, pada hari pertama persidangan aksi “Save Nur Alam” diikuti ribuan massa di Kendari, Sultra.

Terkair aksi di PN Jaksel, Ikram mengaku pihaknya akan terus mengawal jalannya persidangan hingga diputus Rabu (12/10). Hal itu untuk menjaga agar proses persidangan berlangsung fair. “Hidup Nur Alam…hidup Nur Alam…hidup Nur Alam,” teriak massa berulang kali.

Sidang yang berlangsung (yogi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top