TNI Kerahkan 44 Pesawat Tempur Bermanuver di Langit Natuna – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

TNI Kerahkan 44 Pesawat Tempur Bermanuver di Langit Natuna

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan) meninjau alutsista yang digunakan dalam puncak Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10). Sebanyak delapan pesawat tempur Sukhoi Skadron 11, 13 pesawat F-16 Skadron 3 dan 16, delapan T-50i Skadron 8, 11 Hawk Skadron 1 dan 12, delapan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano Skadron 21 serta beberapa pesawat angkut seperti Hercules dan helikopter diikutkan pada puncak latihan tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna dalam rangka sosialisasi dan memperkuat kemampuan masing-masing skuadron untuk meningkatkan kesiagaan dan pengawasan wilayah perbatasan khususnya di Kepulauan Riau--SETPRES

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan) meninjau alutsista yang digunakan dalam puncak Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10). Foto: SETPRES

kendaripos.fajar.co.id,KEPULAUAN RIAU— TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan tempur di Pulau Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Rangkaian akhir dari latihan bertajuk Angkasa Yudha 2016 itu diwarnai parade kekuatan militer di Lanud Ranai kemarin (6/10). Unjuk kekuatan tempur TNI-AU tersebut melibatkan 44 pesawat tempur, 14 pesawat angkut, dan 6 helikopter berbagai jenis.

Pesawat tempur yang ditampilkan adalah Sukhoi, F-16, T-50i, Hawk, dan Super Tucano. Ada pula pesawat angkut jenis C-130, C-295, dan C-212. Juga, helikopter jenis NAS-332 dan SA-330 Puluhan pesawat tempur tersebut menyimulasikan pertempuran udara.

Empat pesawat tanpa awak (drone) digunakan sebagai sasaran tembak rudal dan pemantauan sasaran. Selain kemampuan tempur, ditampilkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern. Di antaranya, meriam Oerlikon dan rudal QW 3. Dua ribu personel dilibatkan.

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan sejumlah menteri. Di antaranya, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

TNI menegaskan, itu adalah latihan rutin alias tidak terkait dengan situasi politik di Laut China Selatan. “Latihannya sudah berlangsung dua minggu kok,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AU Marsma Jemy Tri Sonjaya. Menurut dia, latihan tersebut bertujuan menguji profesionalisme dan kesiapan prajurit TNI-AU dalam menghadapi ancaman.

Gatot Nurmantyo mengatakan, latihan tempur itu tidak bertujuan memprovokasi siapa pun. TNI tidak akan menggelar latihan militer apa pun dan dengan pihak mana pun di Laut China Selatan. “Sikap Indonesia adalah menjaga situasi damai dan stabil di Laut China Selatan,” katanya.

Ya, Natuna menjadi wilayah sensitif. Batas luar utara Indonesia itu sering terkena kasus beroperasinya kapal-kapal penangkap ikan Tiongkok. Padahal, Indonesia bukanlah negara pengklaim Laut China Selatan seperti Filipina yang sedang bertikai dengan Tiongkok. N(dod/bil/c10/ca) 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top