Jaksa Tahan Sekretaris KPU Koltim dan Kasubag Umum – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Jaksa Tahan Sekretaris KPU Koltim dan Kasubag Umum

M. Agung Yudiarta

M. Agung Yudiarta

kendaripos.fajar.co.id, KOLAKA- Setelah melakukan penyelidikan sejak Juli lalu dan penyidikan selama sepekan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi anggaran pemilihan kepala daerah di Kolaka Timur (Koltim) pada tahun 2015 lalu. Dua tersangka itu adalah Sekretaris KPU Koltim, M. Agung Yudiarta dan Andriani Oktarina yang menjabat sebagai Kasubag Umum Sekretariat lembaga pemilihan umum tersebut.

Kepala Kejari Kolaka, Jefferdian, SH yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/10) membenarkan upaya penahanan pada para tersangka tersebut. Penahanan telah dilakukan sejak Rabu (5/10) malam pasca pemeriksaan saksi usai pukul 21.00 Wita. “Setelah dilakukan pemeriksaan dari pukul 14.00, kami menetapkan keduanya sebagai tersangka karena sudah memiliki alat bukti yang cukup. Keduanya juga langsung ditahan di Rutan Kelas II B Kolaka,” ungkapnya, kemarin.

Jefferdian mengungkapkan, total anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan Pilkada Koltim pada 2015 lalu sekitar Rp 15 miliar. Sebagian anggaran tersebut disalahgunakan sehingga menyebabkan kerugian negara. Sayangnya, ia enggan menyebutkan secara detail berapa nominal dana yang diselewengkan tersebut. “Secara resmi nanti BPKP yang sampaikan. Sedangkan peran keduanya nanti saja saat persidangan,” argumen Kajari.
Sementara itu Kasipidsus Kejari Kolaka, Abdul Salam, SH menambahkan, pengungkapan kasus penyalahgunaan anggaran Pilkada Koltim masih akan terus berlangsung. Olehnya itu, potensi bertambahnya jumlah tersangka masih dapat terjadi jika pihaknya menemukan fakta baru dan alat bukti cukup.

“Pekan ini kami masih akan melakukan pemanggilan pada pihak terkait, termasuk seluruh komisioner KPUD Koltim dan Kolaka. Kalau sebelumnya kami panggil sebagai terperiksa, maka sekarang sebagai saksi,” katanya.
Sebelumnya, saat hendak dijebloskan ke Rutan Kolaka, Andriani Oktarina sempat mengeluh sakit. Penyidik lalu membawa tersangka ke RSUD Benyamin Guluh untuk pengecekan kesehatan. Setelah dokter memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan tak masalah, Andriani langsung dibawa ke Rutan.

Ditemui terpisah, Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengatakan meskipun dua pejabat Sekretariat KPU Koltim kini menjadi tersangka dan ditahan, namun jabatan mereka belum akan dicopot. Semuan masih harus menunggu putusan hukum. Ia tak memungkiri bila kasus ini merusak citra KPU. “Ini akan menjadi catatan dan pembelajaran bagi KPU kabupaten/kota di Sultra sehingga tidak ada lagi yang bermain-main dalam melakukan pengelolaan anggaran. Kasus ini akan menjadi catatan untuk kami,” ujarnya, kemarin. (fad/dan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top