Ini Daftar Kekayaan 14 Bakal Paslon Bupati dan Walikota di Sultra – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Ini Daftar Kekayaan 14 Bakal Paslon Bupati dan Walikota di Sultra

ilustrasi

ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berakhir, Senin (3/10). Hingga pukul 19.00 Wita, LHKPN yang telah tuntas diproses dari 19 bakal pasangan calon (38 kandidat), baru 14 orang. Sementara 24 bakal calon masih dalam proses. Harta kekayaan para kontestan dapat dipantau langsung melalui website KPK, www.kpk.go.id.

14 kandidat yang telah tuntas proses LHKPNnya yakni Abdul Rasak (balon Wali Kota Kendari), Muh Faisal (balon Bupati Busel), Wa Ode Hasnawati (balon Wakil Bupati Busel), H La Ode Arusani (balon Wakil Bupati Busel), Abdul Mansyur Amila (balon Bupati Buteng), Saleh Ganiru (balon Wakil Bupati Buteng), Samahuddin (balon Bupati Buteng), dan La Ntau (balon Wakil Bupati Buteng). Sementara di Kolaka Utara, Bobby Alimuddin Page (balon bupati), H Maksum Ramli (balon wakil bupati), Anton (balon bupati), dan Haedirman Sarira (balon waki bupati). Di Bombana baru Tafdil dan Johan yang telah tuntas. Sementara bakal calon lainnya masih tertera sedang proses di laman KPK tersebut.

Dari data sementara, balon Bupati Buton Tengah, Samahuddin menjadi kandidat terkaya dengan total harta Rp 22 miliar lebih. Sedangkan balon Wali Kota Kendari Abdul Rasak yang terendah yakni Rp 913 juta. Data tersebut masih bisa berubah karena masih ada 24 bakal calon yang belum tuntas proses input pelaporan harta kekayaannya.

Pelaksana Harian Karo Humas KPK, Yuyuk Andriarti mengatakan, pelaporan LHKPN telah berakhir. “Hari ini (kemarin, red) terakhir pelaporan LHKPN bagi bakal calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada 2017 mendatang. Untuk data-datanya dapat dilihat langsung di www.kpk.go.id. Data yang ada di website tersebut merupakan data real time. Sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan prosesnya,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/10).

Di Sultra, baru Buteng yang kontestannya tuntas proses LHKPN. Abdul Mansyur Amila memiliki kekayaan Rp 1,7 miliar, La Ntau Rp 3,6 miliar, Samahuddin Rp 22 miliar dan Saleh Ganiru Rp 2,7 miliar. Sementara itu untuk daerah lain, berdasar pantauan hingga pukul 19.00 Wita, belum tuntas sepenuhnya. Untuk Kabupaten Bombana sendiri baru 2 calon kepala daerah dari 9 bakal calon yang terdaftar di KPK telah tuntas melakukan pelaporan LHKPN. Kedua calon tersebut adalah Johan Salim dengan total kekayaan Rp 3,2 miliar dan Tafdil dengan total kekayaan Rp 9,8 miliar.

Di Buton dan Mubar belum ada yang tuntas. Di Busel dari 9 bakal calon, baru tiga orang yang telah tuntas yakni La Ode Arusani dengan total kekayaan Rp 3,9 miliar, Muhammad Faisal dengan total kekayaan Rp 6,5 miliar dan Wa Ode Hasniwati dengan total kekayaan Rp 4 miliar. Untuk Kendari, baru Abdul Rasak yang tuntas LHKPNnya dengan kekayaan sebesar Rp 913 juta. Sedangkan untuk Kolaka Utara 4 orang yang tuntas melaporkan LHKPN ke KPK. Mereka adalah Anton dengan total kekayaan Rp 3,9 miliar, Bobby Alimuddin Rp 1,1 miliar, Haedirman Sarira Rp 2,9 miliar, dan Maksum Ramli Rp 2 miliar. “Kalau belum tuntas itu berarti masih dalam tahap proses. Silakan dipantau website kami. Di situ semua terpampang jelas dan semua telah ada keterangannya,” kata Yuyuk Andriarti. (yogi)

Daftar Kekayaan Calon
Senin, 3 Oktober 2016 hingga pukul 19.00 Wita
Kendari
– Abdul Rasak : Rp 913 juta
– Balon lain masih proses

Busel
– Muh Faisal : Rp 6,5 miliar
– Wa Ode Hasnawati : Rp 4 miliar
– H La Ode Arusani : Rp 3,9 miliar
– Balon lain masih proses

Buteng
– Abdul Mansyur Amila : Rp 1,7 miliar
– Saleh Ganiru : Rp 2,7 miliar
– Samahuddin : Rp 22 miliar
– La Ntau : Rp 3,6 miliar

Buton
– Samsu Umar Abdul Samiun
-La Bakry: masih proses

Mubar
– Semua Balon masih proses
Kolut
– Bobby Alimuddin Page : Rp 1,1 miliar
– H Maksum Ramli : Rp 2 miliar
– Anton : Rp 3,9 miliar
– Haedirman Sarira : Rp 2,9 miliar
– Balon lain masih proses

Bombana
– H Tafdil : Rp 9,8 miliar
Johan : Rp 3,2 miliar
– Balon lain masih proses

Sumber: www.kpk.go.id.

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top