Ditarget Rampung 2017, tapi Masjid di Teluk Kendari Tak Kebagian Alokasi APBD-P – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Ditarget Rampung 2017, tapi Masjid di Teluk Kendari Tak Kebagian Alokasi APBD-P

Nur Alam kini lebih memilih fokus mengurusi pembangunan di Sultra, dan tak ingin mengurusi hingar bingar politik lagi. Seperti Minggu (19/6/2016), Nur Alam meninjau perkembangan pembangunan Masjid Al Alam di Teluk Kendari.

Gubernur Nur Alam saat meninjau perkembangan pembangunan Masjid Al Alam di tengah Teluk Kendari pada Juli 2016. Saat ini, tiang dan cor bagian atas gedung tengah dilakukan.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Proyek Mesjid Al Alam ditargetkan rampung tahun 2017. Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 70 miliar melalui APBD induk. Hanya saja, proyek ini harus sedikit “terganggu” dengan kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dengan adanya pemangkasan dana transfer, mengharuskan pemda melakukan pengeketatan belanjanya. Tak ayal, APBD perubahan pun belum bisa mengakomodir adanya penambahan anggaran.

“Alokasi anggaran untuk Mesjid Al Alam di perubahan tidak dianggarkan. Sebab perhitungan penganggarannya di APBD induk, estimasinya memang setahun. Sesuai dengan rencana awal, yang akan dibangun yakni lantai dasar, tiang penyanggah mesjid dan kubah. Untuk desain lainnya, akan dilanjutkan pada tahun 2017. Makanya, alokasi anggarannya baru akan diusulkan di APBD induk 2017,” kata La Ode Muhammad Saidin, Kepala Dinas Pekerjaan (PU) Sultra, Senin (3/10).

Meski tidak dianggarkan lanjut mantan Kabid Bina Marga ini, bukan berarti proyek ini diabaikan. Menurutnya, pembangunan Mesjid Al Alam ini tetap menjadi program prioritas pemerintah yang harus dirampungkan. Makanya, pemerintah telah menargetkan agar bangunannya bisa difungsikan tahun depan. Apalagi gubernur berencana akan memusatkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Mesjid Al Alam. Atas dasar itu, pembangunannya terus dikebut.

Mantan Kabid Pengairan ini optimis pembangunan Mesjid bisa dirampungkan sesuai target. Apalagi pengecoran lantai dasar dan tiang penyanggah sudah dituntaskan. Pengerjaan fisiknya sudah masuk tahap pengecoran atap mesjid. Saat ini, tengah dilakukan pemasangan mall. Bila sudah selesai, maka akan dilanjutkan dengan pengecoran dan pembuatan kubah mesjid. Makanya, ia meyakni pembangunan mesjid dipastikan tak akan molor. Apalagi semua tahapan dan rencana kerja konstruksinya masih sesuai scedule.

“Jika melihat progresnya, penggunaan dana mesjid terbilang efektif. Hingga kini, semua tahapan masih on the track. PT Brantas Adipraya bisa melaksanakan pekerjaannya sesuai kontrak. Makanya, saya yakin anggaran sebesar Rp 70 miliar bisa diserap,” kata alumnus Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI) ini.

Untuk menuntaskan proyek ini lanjutnya, pemerintah baru akan mengajukan alokasi anggarannya dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2017. Besaran usulan dananya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sesuai dengan perhitungan, pemerintah masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Sisa dananya akan diajukan dalam draft Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2017. Makanya, nomenklatur anggarannya telah tertuang dalam rencana kerja (renja)-nya lembaganya.

“Saya kira, pada akhir tahun ini bentuk bangunan mesjid sudah bisa terlihat. Selebihnya, baru akan dituntaskan secara bertahap. Kalau untuk bangunan mesjid memang tersisa Rp 65 miliar lagi. Namun untuk melengkapi fasilitas lainnya, pemerintah masih harus dana tambahan,” pungkasnya. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top