Wow, Rp 63 M Utang PDAM Tirta Anoa Kendari Diputihkan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Wow, Rp 63 M Utang PDAM Tirta Anoa Kendari Diputihkan

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari akhirnya bisa bernafas lega. Utang yang tercatang sejak 1990 lalu senilai Rp 63 miliar sudah pasti diputihkan oleh pemerintah pusat.

images-4

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Kendari, Ir. H. Asrun. Alumnus Universitas Brawijaya itu mengatakan seharusnya Kamis (29/9) lalu, ia berada di Jakarta untuk penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Keuangan. “Sudah lama kabarnya akan diputihkan, makanya saya suruh PDAM untuk ikuti terus dan dilengkapi administrasinya. Dan kemarin harusnya saya sudah tanda tangan MoUnya, tapi saya tidak bisa berangkat,” papar Asrun, Jumat (30/9).

Kepala daerah yang didaulat sebagai Bapak Inovator Kota Layak Huni oleh Kendari Pos itu menyebutkan, diawal kepemimpinannya, utang PDAM mencapai 40 miliar. Delapan tahun berikutnya naik menjadi 60 miliar akibat bunga pinjaman. “Jadi semua PDAM di Indonesia itu tidak ada yang untung. Makanya kita bersyukur ada kebijakan pemutihan itu,” lanjutnya.

Dengan pemutihan itu, Asrun berharap PDAM bisa fokus berbenah untuk peningkatan pelayanan. Dia juga mengimbau pada masyarakat agar tak terus berpikiran negatif pada kinerja perusahaan plat merah itu. “Kita patut apresiasi juga usaha PDAM beberapa tahun terakhir ini. Masyarakat juga kalau memang ada kerusakan, dilaporkan ke PDAM. Jangan hanya mengeluh pada sesama warga,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Anoa, Damin. Dia mengatakan pemutihan utang PDAM itu akan ditandai dengan penandatangan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Pemkot dan PDAM. Selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk peraturan daerah agar memiliki kekuatan hukum. “Mekanismenya nanti ada dana hibah dari pusat ke daerah sebesar nominal utang itu, kemudian dari daerah diserahkan ke PDAM dalam bentuk non cash,” katanya.

Soal kapan proses administrasi itu dituntaskan, Damin mengaku secepatnya, setelah seluruh urusan di Kementerian Keuangan tuntas. “Pak wali kota tidak berangkat, jadi saya selesaikan urusan di Jakarta dulu, setelah itu baru kita jadwalkan. Yang pasti sudah resmi pemutihan di pusat, tinggal tahapan formalitasnya saja,” jelasnya. (b/ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top