ASTAGA! Pelaku Bom Gereja Medan Ternyata Diiming-imingi Rp 10 Juta – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

ASTAGA! Pelaku Bom Gereja Medan Ternyata Diiming-imingi Rp 10 Juta

Para petugas saat mengamankan Gereja Katolik Santo Yosep, Medan usai terjadinya teror bom Minggu (28/8) pagi. Foto:Sutan Siregar/Sumut Pos

Para petugas saat mengamankan Gereja Katolik Santo Yosep, Medan usai terjadinya teror bom Minggu (28/8) pagi. Foto:Sutan Siregar/Sumut Pos

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divis Humas Polri, Brigjen Agus Rianto menerangkan, tersangka penyerangan Gereja Khatolik Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur Kota Medan Sumatera terpengaruh iming-imingan uang Rp 10 juta. Hal ini didapat dari hasil pengakuan tersangka Ivan Armadi Hasugian (IAH) (18) kepada penyidik.

“Kamis 25 Agustus ada informasi dan kita duga sebagai tersangka si Ivan bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal. Ada komunikasi diantara keduanya yang akhirnya disepakati sesuai dengan arahan, bila mau uang harus melakukan apa yang disebutkan yang bersangkutan,” kata Agus, Senin (29/8/2016).

Tersangka langsung melaksanakan apa yang diarahkan orang yang kini masih diburu untuk membeli alat-alat yang akan digunakan untuk meledakkan gereja. Bahkan tersangka juga diberikan material berupa black powder.

“Menurut keterangan tersangka, dia mulai dari membeli korek api, menyambung dengan kabel bagaimana korek dijadikan satu kesatuan. Ada material yang diberikan orang itu yakni satu kantong black powder yang sedang diperiksa intensif,” kata Agus lagi.

“Kita perkirakan black powder yang diberikan kepada pelaku ini dicampur dengan korek api sebagai amunisi bahan peledak,” timpal dia.

Selanjutnya, Sabtu (27/8), tersangka mencoba merangkai sejumlah bahan dengan black powder tersebut. Tersangka merangkai berbekal informasi saat menonton siaran TV terkait serangan bom Paris November 2015 lalu.

“Tersangka merangkai ditambah informasi yang didapat yang bersangkutan pada saat menonton berita dan dicoba pada saat itu memang terjadi ledakan di tempat tinggal dia. Ledakan seperti ban pecah dan sempat diketahui kakak yang bersangkutan,” terang Agus.

Berbekal percobaan di hari Sabtu, tersangka IAH lalu melaksanakan niatnya untuk melakukan teror pada Minggu 28 Agustus 2016 di gereja. Hal itu menurut Agus sesuai dengan arahan dari orang yang menawarkannya uang Rp10 juta Kamis sebelumnya.

Sampai saat ini lanjut Agus tersangka masih diperiksa secara intensif untuk mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain atas peristiwa di gereja katolik Medan. (elf/JPG)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top