Gereja Katolik Santo Yosep Diteror Bom, Pastor Terluka – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Gereja Katolik Santo Yosep Diteror Bom, Pastor Terluka

ilustrasi

ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id,MEDAN – Suasana khusyuk Misa Minggu (28/8/2016) pagi di gereja Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, yang mendadak berubah mencekam. Saat pastor Albert S Pandingan hendak memberikan khotbah di mimbar altar, tiba-tiba seorang pria mendatanginya. Dia membawa pisau dan tas yang diklaimnya sebagai bom rakitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiba-tiba lelaki yang diduga berinisial IH itu langsung menyerang sang pastor. Pastor Albert dengan sigap menangkis serangan dengan menggunakan pisau itu. Alhasil, tangan kiri pastor pun terluka.

Beruntung jemaat yang menyaksikan kejadian itu langsung ramai-ramai menangkap IH dan menolong sang pastor. Dengan mudah pelaku dibekuk.

Beberapa jemaat seketika itu menghubungi pihak kepolisian. Tak seberapa kemudian, petugas kepolisian lengkap dengan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Polda Sumut) tiba.

Kondisi gereja pun berangsur aman.

Sementara, pelaku tunggal teror di Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansur, Medan, yang beinisial IAH kini masih dalam pengawasan Polda Sumatera Utara. Pria yang sempat mendatangi dan melukuai Pastor Alber S Pandingan saat hendak memberikan khotbah itu kini tengah dirawat di rumah sakit setempat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto belum mau berkomentar mengenai motif IAH, apakah ia melakukan aksinya karena termotivasi ideologi terorisme atau dendam belaka terhadap pastor. “Belum sampai situlah. Masih diperiksa sama teman-teman reserse dan gegana di sana,” kata Agus menjawab JPNN, Minggu (28/8/2016).

Kejadian ini sendiri terjadi pukul 08.00 WIB. IAH tiba-tiba masuk ke dalam gereja memburu pastor yang hendak berkhotbah di mimbar altar gereja.

IAH menenteng tas ransel warna biru sembari memegang pisau di tangannya. Jemaat yang melihat kejadian itu sontak kaget dan langsung menangkap IAH. Ransel yang diduga berisi bom langsung dibuang.

Sementara itu, Agus melanjutkan, gegana Polda Sumatera Utara sudah mengamankan ransel berikut bahan peledak. Sejauh ini, Agus belum bisa menyimpulkan, apakah bahan peledak berkekuatan tinggi atau sebaliknya.

“Ada beberapa senjata tajam, pipa kecil, dan bahan ledak. Jenisnya masih dalam penelusuran,” pungkas Agus. (JPNN)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top