Lagi, Mendikbud Gulirkan Ide Kontroversi, Simak Nih…. – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Lagi, Mendikbud Gulirkan Ide Kontroversi, Simak Nih….

kendaripos.fajar.co.id. JAKARTA- Gagasan dunia pendidikan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy selalu saja menimbulkan kontroversi. Setelah menggulirkan ide sekolah full day, kali ini muncul lagi wacana untuk merevitalisasi keberadaan komite sekolah. Tujuannya supaya komite sekolah bisa bekerja fleksibel. Diantaranya fleksibel untuk menerima atau menampung dana dari masyarakat.

muhajiiiir  ooookkk

Tapi rencana itu mendapatkan penolakan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transparansi Pendidikan (KMSTP). Anggota KMSTP Jomono menuturkan rencana Muhadjir itu rencana memicu konflik antara orangtua siswa dengan komite sekolah. “Orangtua siswa bisa mengeluh karena komite sering melakukan pungutan-pungutan,” jelasnya.
Secara tidak langsung Jumono menuturkan rencana revitalisasi komite sekolah itu sebagai legitimasi aneka pungutan. Dia menuturkan untuk pendidikan dasar, biaya pendidikan sudah mendapatkan alokasi dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Jumono berharap Kemendikbud menjalankan program pelatihan untuk para pengurus komite sekolah. Sehingga komite sekolah itu tidak menjadi semacam ATM-nya sekolah. Komite diharapkan menjadi pendamping dan pengawas kinerja penyelenggara sekolah. “Seharusnya komite sekolah itu menjadi badan independen. Tidak berada di bawah bayang-bayang kepala sekolah,” paparnya.

Koordinator investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri menuturkan komite sekolah tidak bisa dijadikan senjata atas kekurangan dana pendidikan. “Komite jangan disuruh minta-minta uang ke orangtua siswa,” jelasnya.

Muhadjir menuturkan berencana membuat kinerja komite sekolah menjadi lebih konkrit. Caranya adalah merevitalisasi komite sekolah menjadi wadah gotong royong. Dia mengakui bahwa potensi konflik antara orangtua siswa dengan komite sekolah bakal terjadi.

“Tetapi dengan komunikasi dan musyawarah yang baik, konflik itu bisa dicegah,’’ katanya. Muhadjir menuturkan yang paling utama adalah rasa sukarela alias tidak ada paksaan. Dia menjelaskan bahwa di dalam organ komite sekolah itu juga ada unsur orangtua siswa. Jadi jika ada keberatan dari orangtua siswa, bisa disuarakan oleh perwakilan orangtua siswa di sekolah. (wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top