Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Waduh, Jelang Idhul Adha Harga Daging Merangkak Naik

kendaripos.fajar.co.id. KENDARI– Perayaan Idul Adha tinggal dua pekan lagi. Namun harga daging mulai merangkak naik dan kini telah mencapai Rp 110 ribu perkilogram (kg). Padahal Presiden RI, Joko Widodo telah menginstruksikan agar pemerintah bisa menekan harga daging pada kisaran Rp 90 ribu per kg jelang perayaan hari raya kurban ini. Diperkirakan harga daging akan terus meningkat hingga Rp 125 ribu.

images (27)

Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra sendiri mengklaim stok daging jelang lebaran sebenarnya aman. Selain itu, suplai daging dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di pasaran masih mencukupi kebutuhan permintaan. Menurut Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sultra, Muhammad Ali, kenaikan harga daging ini lebih disebabkan faktor situasional. Sudah menjadi tradisi, setiap perayaan hari besar keagamaan harga daging ikut melonjak.

“Kondisi ini tak bisa dihindari. Kendati ketersedian daging mencukupi, namun harga diperkirakan tetap naik. Apalagi jumlah permintaan di pasaran turut mengalami peningkatan. Makanya, para pedagang kerap memanfaatkan situasi seperti ini dengan menaikan harga daging,” kata mantan Kabid Perdagangan Luar Negeri ini, kemarin. Harga daging di daerah ini katanya, lebih mahal dibanding di Sulawesi Selatan yang masih berada pada kisaran Rp 95 ribu sampai Rp 100 ribu per kg.

Hal ini disebabkan, biaya pendistribusian yang meningkat. Tidak hanya dari peternak ke RPH, namun juga ke pasar. Makanya, mata rantai pungutan atau biaya retribusi ini harus dipangkas. Bukan bermaksud dihilangkan, namun disederhanakan melalui satu pintu.

Untuk menekan harga daging, pemerintah akan melakukan operasi pasar. Dengan adanya intervensi ini, harga daging bisa ditekan agar tak terus melonjak. Maksimal, pemerintah memberi toleransi harga daging Rp 120 perkg. Makanya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi lain untuk menormalkan harga . Apalagi permintaan daging akan terus meningkat sekitar satu minggu menjelang perayaan Idul Adha.

Sejauh ini, penyaluran sapi impor di Sultra memang tidak ada. Pasalnya, Sultra merupakan salah satu penghasil ternak sapi. Makanya, Sultra bukan termasuk daerah yang diprioritaskan mendapat kuota suplai daging impor. “Kenaikan harga daging lebih dikarenakan hukum dagang. Bila permintaan tinggi, tentunya harga akan naik kendati stoknya mencukupi. Tapi jika permintaannya berkurang, harganya akan kembali normal.

Namun demikian, pemerintah tetap akan meminimalisir agar harga daging itu tak terlalu tinggi. Kami juga melakukan himbauan dan melakukan pembinaan terhadap pedagang untuk tidak menaikan harga bahan terlalu tinggi. Tidak hanya daging, namun kebutuhan pokok lainnya,” pungkasnya. (c/mal)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top