Serangan Panas H Lulung! Sebut Ahok Psikopat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Serangan Panas H Lulung! Sebut Ahok Psikopat

Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Foto: dok.JPNN.com

Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Foto: dok.JPNN.com

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana kembali ‘menyerang’ Basuki Tjahaja Purnama.

Bahkan kali ini jauh lebih keras dengan menyebut Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok tersebut sebagai seorang psikopat.

Wakil rakyat Jakarta yang akrab disapa Haji Lulung tersebut bahkan mengklaim pernyataannya bukan hanya sekadar opini. Tapi sebuah fakta hasil pemeriksaan dokter yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Saya pantas menyebut Ahok psikopat. Karena saya sudah bertemu dengan dokter yang menanganinya. Saya juga sudah ketemu teman-teman dia saat masih di Gerindra,” ujar Lulung saat menghadiri deklarasi Rumah Amanah Rakyat yang digagas mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, di Kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

Menurut Lulung, setidaknya ada dua dokter yang menyatakan bahwa Ahok seorang psikopat. Namun sayang saat ditanya bukti hasil pemeriksaan tersebut, Lulung menyatakan dokter tidak bersedia menyerahkan hasilnya.

“Saya bertanggung jawab atas ini. Jadi karena (untuk kepentingan pemilihan,red) pejabat publik, mesti diumumkan secara terang benderang kepada publik, siapapun dia yang menjadi calon gubernur dan wakil gubernur,” ujar Lulung.

Selain itu, Lulung juga mengatakan kebijakan Ahok menempatkan sejumlah masyarakat Jakarta korban gusuran ke rumah susun, juga sebagai pencitraan. Alasan dia, karena pada kenyataannya, kebanyakan rusun untuk korban penggusuran bukan kepunyaan Pemprov DKI Jakarta, namun dibiayai oleh pengembang tertentu.

“Ini semua pencitraan yang dilakukan oleh gubernur. Rusun kebanyakan untuk penggusuran itu bukan punya Pemda, belum diserahkan Pemda. Itu hasil pengembang yang bayar 15 persen tambahan. Dibuat MoU untuk minta 15 persen kontribusi pengembang, ini penegak hukum kok diam,” ujar Haji Lulung.(gir/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top