Dua Laga, Tiga Kartu Merah, Spalletti: Kami Tak Akan Berganti Kulit – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Olahraga

Dua Laga, Tiga Kartu Merah, Spalletti: Kami Tak Akan Berganti Kulit

Luciano Spalletti menegaskan tak akan mengubah gaya bermain Roma. Gazzetta.it

Luciano Spalletti menegaskan tak akan mengubah gaya bermain Roma. Gazzetta.it

kendaripos.fajar.co.id,ROMA—Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti, menegaskan timnya tak akan berganti kulit. Dalam artian, dia tak akan mengubah gaya bermain agresif yang selama ini identik dengan Roma.

Seperti diketahui, gaya bermain Roma dikritik setelah dalam dua laga play-off Liga Champions 2016-17, tiga pemain Roma mendapat kartu merah. Satu kartu merah pada leg pertama dan dua kartu merah pada leg kedua, Rabu (24/8/2016) dini hari WIB.

Thomas Vermaelen diusir pada pertandingan pertama di kandang FC Porto. Sedangkan Daniele De Rossi dan Emerson Palmieri keluar lapangan lebih cepat pada laga kedua di Stadion Olimpico.

Tiga kartu merah itu disebut-sebut meenjadi salah satu penyebab Roma gagal lolos ke fase grup. Dari dua laga, Roma kalah agregat 1-4.

Roma dinilai terlalu agresif sehingga membuat para pemain lupa untuk mengontrol emosi. Dalam permainan, Roma memang tampil ngotot. Ketika kehilangan bola, para pemain melakukan apa saja untuk mendapatkannya kembali. Itu membuat para pemain seolah lupa bahwa ada aturan dalam hal pelanggaran.

“Tiga kartu merah yang terlalu naif bagi kami. Padahal, kami selama ini selalu menjaga untuk mengakhiri laga dengan 11 pemain. Kami tak pernah membuka peluang bagi wasit untuk mencabut kartu merah. Sekarang, dalam dua laga melawan Porto, tiga pemain kami mendapat kartu merah. Saya tidak mengerti, tetapi saya melihat para pemain sebenarnya sudah bermain tenang,” sebut Spalletti seperti dilansir Football Italia.

Para pemain Roma sepertinya belum memahami bahwa wasit di Eropa dan di Serie-A berbeda. Di Serie-A, wasit baru memutuskan seorang pemain layak mendapat kartu merah ketika melakukan pelanggaran yang benar-benar keras.

Sementara itu, di Eropa, terutama Liga Champions, pelanggaran yang dianggap membahayakan – meski tidak keras – bisa diganjar kartu merah. Meski begitu, Spalletti tetap tak akan mengubah gaya bermain tim asuhannya.

“Ini adalah hal yang sulit dimengerti. Tapi, kami memiliki aturan sendiri terkait permainan. Kami tak akan mengubah gaya bermain kami dan tetap akan menampilkan agresivitas tinggi,” pungkas Spalletti. (epr/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top