Ketua PWI Pusat Sanjung Nur Alam – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Ketua PWI Pusat Sanjung Nur Alam

Ketua PWI Pusat, Margiono memberikan penghargaan kepada Gubernur Sultra, H Nur Alam sebagai inspirator pers di daerah pada pelantikan pengurus PWI Sultra, Sabtu (22/8/2016)

Ketua PWI Pusat, Margiono memberikan penghargaan kepada Gubernur Sultra, H Nur Alam sebagai inspirator pers di daerah pada pelantikan pengurus PWI Sultra, Sabtu (22/8/2016)

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Margiono terpukau dengan terobosan-terobosan pembangunan yang dilakukan Gubernur Sultra, Nur Alam. Margiono mengatakan wartawan dan masyarakat Sultra beruntung punya pemimpin hebat yang visioner sekaliber Nur Alam. Sebab, pemimpin itu sama halnya guru, jadi harus banyak belajar kepada pemimpin.

“Pak Nur Alam, menurut saya salah seorang gubernur terbaik dan sangat berhasil di Indonesia. Investor masuk dan kita semua tahu investasi berkembang baik,” ujar Margiono dalam sambutannya saat mengukuhkan pengurus PWI Sulawesi Tenggara yang dihadiri Gubernur Sultra, Nur Alam di Swiss Belhotel, Sabtu (20/8/2016). Dalam kesempatan itu, Margiono menyerahkan penghargaan kepada Nur Alam sebagai Tokoh Inspirator Pers di Sultra.

Bagi Margiono, Nur Alam telah meletakkan tonggak-tonggak kesejahteraan dan pembangunan yang luar biasa bermanfaat. “Saya tahu, baru-baru ini dicanangkan proyek yang luar biasa. Ada jembatan Teluk Kendari, waduk, Masjid Al Alam, Rumah Sakit Bahteramas juga sudah dibangun. Menurut saya, wartawan harus banyak belajar dengan keberhasilan dan kemajuan ini,” tambahnya.

BACA JUGA :  PWI Anggap Larangan Siaran Langsung Sidang Korupsi e-KTP Renggut Kemerdekaan Pers

Pertama kali Jawa Pos masuk ke Kendari, Margiono sempat datang. Ketika itu, bandaranya belum sebagus sekarang. “Sekarang fasilitasnya sudah bagus. Lebih bagus dari beberapa bandara provinsi lain di Indonesia. Makanya, wartawan perlu banyak belajar dari proses-proses kemajuan daerah. Dengan banyak belajar, kita tidak mudah mengkritik. Kita mengkritik karena tidak punya banyak pengetahuan untuk itu,” jelasnya. Mengkritik dibolehkan karena itu pekerjaan wartawan dan memang diamanahkan UU. Tetapi melakukan kritik sosial mesti paham bahwa pengkritik harus lebih baik daripada yang dikritik.

Margiono menitip pesan kepada pengurus PWI Sultra agar melakukan peningkatan profesionalisme dan uji kompetensi agar jurnalis di Sultra bersertifikasi kompetensi wartawan. Wartawan profesional itu bukan hanya kadernya perusahaan pers dan kadernya organisasi wartawan tetapi kadernya pemerintah daerah. “Wartawan profesional itu pasti bagus menulisnya, tidak melanggar kode etik dan selalu mempertimbangkan bahwa karya jurnalistiknya bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dia menjelaskan dalam peningkatan profesionalisme dan kompetensi, wartawan tidak boleh ketinggalan dengan kemajuan pemikiran pemimpin dam tokoh masyarakatnya. Diberbagai daerah, banyak wartawan ketinggalan jauh pola pikirnya dengan para pemimpin dan masyarakatnya. Akhirnya, karya-karya jurnalistiknya jadi bahan tertawaan dan seringkali tidak lebih baik daripada media sosial yang sebenarnya itu bukan karya jurnalisitik. Tulisan wartawan kalah akurat dengan tulisan di media sosial. Padahal media sosial itu tidak dididik untuk menjadi komunikator yang profesional. “Masa depan pers akan goyang kalau wartawannya tidak menyadari bahwa profesionalisme adalah kunci untuk mempertahankan kehidupan jurnalistik dan pers kita,” jelasnya.

BACA JUGA :  PWI Anggap Larangan Siaran Langsung Sidang Korupsi e-KTP Renggut Kemerdekaan Pers

Di tempat yang sama Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam mengatakan media dan pers harus menjalankan tiga fungsi, yakni fungsi transmisi,  bankir dan fungsi inkubator. Dalam alam demokrasi ini, media dan wartawan adalah transmisi (penghubung) yang sangat strategis dalam dalam menggerakkan roda keterbukaan, demokrasi dan roda dinamisasi pembangunan bangsa. “Olehnya posisi wartawan sangat strategis, bisa mengangkat orang hari ini tapi bisa juga menjatuhkan orang hari ini, bisa membuat orang populer hari ini tetapi juga membuat orang pada saat itu menjadi hancur. Bisa membuat seorang walikota menjadi presiden, tetapi bisa juga menjatuhkan seseorang yang telah berkuasa sekian lama,” tuturnya.

BACA JUGA :  PWI Anggap Larangan Siaran Langsung Sidang Korupsi e-KTP Renggut Kemerdekaan Pers

Kemudian fungsi bankir. Kalau di lembaga perbankan itu berfungsi menampung uang orang yang tidak punya ide dan meminjamkan uang kepada yang punya ide. Deposan dan debitur. Ini berarti media punya posisi strategis dalam meningkatkan nilai antara narasumber dan khalayak. “Jika fungsi  transmisi dan bankir tidak bagus atau tidak profesional maka lembaga ini tidak berkembang baik,” jelas Nur Alam.

Fungsi inkubator, wartawan harus mampu merevitalisasi (meramu kembali) input berkualitas yang akan disalurkan ke lapangan sehingga bisa diserap dengan bagus oleh masyarakat. “Maka, ujung dari ketiganya diperlukan media yang profesional dan wartawan yang memiliki kompetensi yang berkualitas,” tuturnya.

Ketua PWI Sultra, Sarjono mengapresiasi perhatian Gubernur Sultra, Nur Alam kepada insan pers. Tak hanya meluangkan waktu dalam pengukuhan PWI Sultra, pada kegiatan pers lainnya seperti Hari Pers Nasional tingkat provinsi Sultra, Nur Alam juga hadir. Di Sultra telah terbentuk perwakilan PWI Baubau meliputi Baubau, Buton dan Wakatobi, Buteng Tengah dan Buton Selatan. Adapula PWI Perwakilan Kolaka. “Kedepan akan kami bentuk perwakilan dibeberapa kabupaten untuk mendekatkan PWI kepada masyarakat. Ini untuk mengontrol oknum-oknum yang selalu mencatut PWI, kami sering mendapat aduan soal itu. Selain itu, agar PWI lebih dekat dengan masyarakat,”ungkap Sarjono. (kendaripos)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top