BIADAB! Muhlis Ternyata Sudah Lamar Gadis Lain, Bidan Cantik Hamil pun Dibunuh – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

BIADAB! Muhlis Ternyata Sudah Lamar Gadis Lain, Bidan Cantik Hamil pun Dibunuh

Almarhuma....yang tewas dibunuh oknum anggota Polda Sulsel

Foto almarhuma Harmawati, yang tewas dibunuh oleh pacar yang diduga menghamilinya, Muhlis seorang oknum polisi berpangkat Bripda.

kendaripos.fajar.co.id,MAKASSAR—Perilaku Bripda M atau Muhlis yang ditangkap karena membunuh bidan cantik Harmawati (23) yang ditemukan membusuk di Dusun Tappareng, Desa Lappaboase, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone Senin, (15/8/2016) lalu sungguh biadab. Betapa tidak, ketika memaduh kasih dengan bidan cantik Harmawati, bahkan dikabarkan telah dihamili, ternyata Muhlis telah melamar gadis tetangga desanya dengan uang panaik Rp 50 juta yakni Bidan Ani, warga Desa Gona, Kecamatan Kajuara. Desa Gona merupakan tetangga Desa Lappaboasse, kampung Bripda Muhlis.

Adanya motif cinta segi tiga ini terungkap ketika wartawan menemui Kepala Desa Kepala Desa Lappaboasse, Kecamatan Kajuara, Bone. “Bripda Muhlis memang warga saya. Dia sudah mau menikah dengan Bidan Ani, warga Desa Gona. Saya sendiri ikut pergi melamar,” kata Andi Muh Ridwan kepada wartawan di tempatnya.

BACA JUGA :  Polisi Terus Dalami Motif Pembunuhan Bidan Cantik

Ani adalah lulusan kesehatan yang bekerja sebagai honorer di RS Sinjai. Perempuan yang juga pacar Bripda Muhlis ini sudah dikenalkan ke orang tuanya.

Sementara, kedua orang tua Bripda Muhlis depresi berat saat mengetahui anaknya adalah pembunuh bidan cantik, Harmawati. Sejak kasus ini mencuat, ayahnya mencoba bunuh diri, namun digagalkan kerabatnya. Tahe (51), ayah Muhlis sempat mengambil badik untuk menghabisi nyawanya. Dia malu. Anaknya yang dia kenal pendiam, ternyata punya pacar, menghamili anak gadis orang, dan bahkan membunuhnya.
BACA JUGA :  Bidan Cantik Korban Pembunuhan Dimakamkan di Konsel, Harma Dikenal Ramah

Kepala Desa Lappa Bosse, Kecamatan Kajuara, Andi Muhammad Ridwan mengatakan, kedua orang tuanya tidak pernah membayangkan anaknya berlaku sadis seperti itu. Padahal, orang tua sudah bersusah payah mengupayakan dia menjadi polisi, sebagai penjaga keamanan dan penolong masyarakat. “Untuk menyekolahkan Muhlis hingga bisa tembus polisi, orang tuanya menjual sapi dan sawah. Orang tuanya juga ambil kredit di BRI Rp 50 juta,” ungkap Ridwan, Jumat 19 Agustus.

Dari Tinanggea dilaporkan, keluarga besar Armha hingga kini masih belum mau menanggapi soal perkembangan kasus pembunuhan yang dialami bidan cantik itu. Mereka masih berduka, dan hanya berharap agar proses hukum dijalankan. Rahman, paman Armha, mengaku bahwa keluarga besarnya masih belum bisa menerima kematian keponakannya itu yang mendadak dan dengan cara sadis.

BACA JUGA :  Bidan Cantik Asal Konsel Tewas Dibunuh di Bone, Pelakunya Oknum Polisi

Pihaknya mendesak pihak penegak hukum agar mengusut tuntas dan segera mengadili pembunuh gadis cantik kelahiran Tinanggea 30 Juli 1995 tersebut. “Sampai saat ini pak saya belum bisa menerima perlakuan terhadap anak saya. Kenapa harus dibunuh seperti itu. Sekarang pelakunya sudah ditemukan, saya harap pihak petugas tegakan hukuman seadil-adinya sesuai undang-undang yang berlaku. Jangan lagi karena dia anggota (oknum polisi) baru mau diperlambat,” desak Rahman. Ia juga mengaku tak tahu menahu soal hubungan Harmawati dengan Bribda Muhlis yang disebut sebagai pacar itu, apalagi hendak menikah.(kamal/fajar makassar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top