Diancam Dipenggal, Dua Sandera Berhasil Kabur dari Abu Sayyaf – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Diancam Dipenggal, Dua Sandera Berhasil Kabur dari Abu Sayyaf

ILUSTRASI: BAGUS/JAWA POS

ILUSTRASI: BAGUS/JAWA POS

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA—Dua di antara tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina berhasil meloloskan diri. Mereka adalah M. Sofyan dan Ismail. Keduanya adalah anak buah kapal (ABK) tugboat Charles 00 yang dihadang perompak di perairan Tawi-Tawi pada 20 Juni lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengonfirmasi kebenaran berita tersebut.

Pihak Indonesia langsung berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk penanganan lebih lanjut. “Menlu sudah memperoleh konfirmasi mengenai bebasnya sandera tersebut,” katanya.

Sofyan ditemukan warga pukul 07.30 Rabu (17/8). Dia berenang dari area mangrove di dekat markas para perompak. Sementara itu, Ismail memilih jalur berbeda. Dia lari lewat jalur darat sampai akhirnya diselamatkan warga.

Kapal Charles disandera kelompok Abu Sayyaf dalam perjalanan pulang dari Cagayan de Oro menuju Samarinda. Mereka melewati jalur merah karena bahan bakar yang dijatah perusahaan minim.

Padahal, sejak meningkatnya kasus penculikan, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda menyarankan kapal lewat jalur aman. Yakni, melintasi Selat Samboga di Pulau Basilan, Filipina.

Namun, hal itu tidak mudah. Kapal membutuhkan lebih banyak bahan bakar karena harus menambah perjalanan sampai 12 jam. Bermodal pengalaman sebelumnya yang selalu aman saat mengantar batu bara, kru Charles nekat melewati perairan Tawi-Tawi. Nah, di sanalah mereka disergap kelompok Abu Sayyaf. Tujuh ABK disandera. Enam lainnya dilepas.

Mereka disandera bersama tiga ABK kapal LLD113/5/F berbendera Malaysia yang ditawan sejak minggu pertama Juli. Kaburnya Sofyan dan Ismail membuat sandera dari awak kapal milik PT Rusianto Bersaudara itu menyisakan nakhoda Ferry Arifin, Mahbrur Dahri, Edi Suryono, M. Nasir, dan Robin Piter.

Juru Bicara Markas Komando Mindanao Barat Mayor Filemon Tan mengatakan, Sofyan dan Ismail melarikan diri karena di­ancam akan dipenggal. Penyandera meminta tebusan Rp 65 miliar dengan batas waktu 15 Agustus. Namun, hingga deadline berlalu, permintaan itu tak dipenuhi.

Sofyan dan Ismail kini diamankan di Kantor Kepolisian Provinsi Sulu. Keduanya telah dicek kesehatan dan dinyatakan sehat. Rencananya, tadi malam mereka diterbangkan ke Kota Zamboanga dengan helikopter. “Jika cuaca buruk, mungkin besok pagi,” kata Filemon. (jpnn) 

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top