Gubernur Tegang! Lagu “Indonesia Raya” Berakhir, Bendera Masih Setengah Tiang – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Gubernur Tegang! Lagu “Indonesia Raya” Berakhir, Bendera Masih Setengah Tiang

Gubernur Nur Alam bertindak sebagai inspektur upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-71 tingkat Provinsi Sultra di Piulau Bokori, Rabu (17/8).

Gubernur Nur Alam bertindak sebagai inspektur upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-71 tingkat Provinsi Sultra di Piulau Bokori, Rabu (17/8). foto:ewit/humas setprov sultra for kendaripos

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-71 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipusatkan di Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Sultra, diwarnai insiden yang cukup menegangkan. Hal itu terjadi saat tali melilit saat pengibaran bendera, sehingga menyulitkan pengerek menaikan bendera hingga ke puncak sesuai irama lagu yang mengiring. Bahkan, ketika lagu “Indonesia Raya” selesai dinyanyikan, bendera masih berada setengah tiang.

Usaha keras petugas pengerek bendera menarik tali agar bendera segera ke puncak justru membuat peserta menjadi tegang. Ada yang kuatir kerek bendera di puncak tiang lepas, atau pun tali putus. Namun untunglah dua menit kemudian tali bisa normal, sehingga bendera akhirnya bisa dikibarkan hingga ke puncak.

BACA JUGA :  Gubernur Paparkan Revitalisasi Teluk Kendari di Jepang

“Saya memang sempat tegang, kuatir kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Namun syukurlah bisa teratasi, sehingga upacara bisa berlangsung hikmat,” kata Gubernur Nur Alam, seusai pelaksanaan upacara di Pulau B Bokori, Rabu (17/8) siang.

Meski diwarnai ketegangan saat pengibaran bendera merah putih, namun Gubernur Nur Alam mengaku cukup puas. Membludaknya peserta upacara di lokasi destinasi wisata yang tengah genjot dibangun dan dipromosikan oleh Gubernur Nur Alam adalah penyebabnya.

“Pulau Bokori bagian dari wilayah Indonesia. Jadi tidak ada salahnya, pelaksanaan upacara digelar di Pulau Bokori. Apalagi momentum ini cukup tepat mempromosikan destinasi wisata yang ada di pulau ini. Sebab tahun ini merupakan tahun wisata budaya bahari,” kata Nur Alam.

Pulau Bokori

Pulau Bokori

Untuk tahap awal lanjut mantan Ketua KONI Sultra ini, pemerintah tak ingin muluk-muluk. Promosi yang dilakukan pemerintah lebih diprioritaskan ke penduduk lokal. Pelaksanaan upacara di Bokori, otomatis membuat orang yang belum pernah ke Pulau Bokori bisa melihat langsung kondisi pulaunya. Apa yang mereka saksikan akan diceritakan pada orang lain. Artinya, semakin banyak orang yang bercerita tentang keindahan dan apa yang telah dilakukan pemerintah dalam membenahi Pulau Bokori.

BACA JUGA :  Gubernur Diganjar Mahkota dari Korea

“Tidak hanya orang perorang, media sosial (medsos) menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan objek wisata. Dengan berfoto-foto dan menggugahnya melalui medsos, pemerintah akan terbantu. Wisatawan dari luar akan merasa penasaran sehingga mau berkunjung ke Sultra. Apalagi objek yang ditawari Pulau Bokori sangat langka. Hanya di beberapa daerah saja, yang memilikinya destinasi wisata seperti Pulau Bokori,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Sultra berpromosi.

BOKORI DIPADATI BELASAN RIBU PESERTA UPACARA DAN WARGA

Langkah Gubernur Nur Alam menggelar upacara 17 Agustus di Pulau Bokori memang sukses menyedot belasan ribu warga ke destinasi wisata andalan Pemprov Sultra itu, pelaksana dan peserta upacara sejak pagi hari telah membanjiri Pulau Bokori.

Peserta upacara memanfaatkan kapal milk rakyat di sekitar Pulau Bokori, Kabupaten Bokori, Sultra, Rabu (17/8)

Peserta upacara memanfaatkan kapal milk rakyat di sekitar Pulau Bokori, Kabupaten Bokori, Sultra, Rabu (17/8)

Banyak juga masyarakat umum yang silih berganti mengunjungi bokori di hari kemerdekaan itu. Mereka memanfaatkan jasa kapal milik warga dari sejumlah titik yang ada di Kecamatan Soropia. Ada juga yang memanfaatkan kapal yang telah disediakan pihak Pemprov Sultra bagi tamu undangan dan pelaksana upacara.

BACA JUGA :  Gubernur Paparkan Revitalisasi Teluk Kendari di Jepang

Di hari kemerdekaan RI ke-71, Pulau Bokori memang begitu bersolek. Umbul-umbul berwarna merah putih dipasang mengelilingi Pulau Bokori, pohon kelapa dan pohon lainnya sengaja dibalut merah dan putih. Bahkan, sejumlah kapal kecil berhiaskan bendera mereh putih berjajar rapi di sekeliling pantai, sehingga menambah semarak. Perahu yang mengangkut penumpang yang datang silih berganti membuat Pulau Bokori tak ubahnya kota yang dipadati kendaraan di jalan raya.

Susana semakin semarak ketika senja. Lampu-lampu hias yang dipasang di sejumlah pohon dan beberapa titik tertentu membuat suasana pulau menjadi berwarna warni. Tak mengherankan para pengunjung tak ingin kehilangan momentum mengabadikan diri dengan latar pulau untuk di posting di media sosial. (sawal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top